Berita Pendidikan Hari Ini

Mudik Lebaran Dongkrak Kunjungan Wisata di DIY, Puspar UGM: Persoalan Sampah Perlu Diantisipasi

Wisatawan di masa libur lebaran diprediksi akan meningkat dibanding tahun sebelumnya apalagi tol Jogja-Solo dioperasikan pada mudik lebaran ini.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Peneliti Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada, Destha Titi Raharjana 

TRIBUNJOGJA.COM - Diperkirakan sekitar 6 persen atau 11,7 juta pemudik akan meramaikan Yogyakarta (DIY) pada masa libur Lebaran 2024 mendatang.

DIY bahkan menempati posisi keempat sebagai kota tujuan mudik dengan jumlah pemudik terbanyak di Indonesia, setelah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Wisatawan di masa libur lebaran diprediksi akan meningkat dibanding tahun sebelumnya apalagi tol Jogja-Solo dioperasikan secara fungsional pada mudik lebaran tahun ini.

Lonjakan pemudik ini tak hanya membawa angin segar bagi perekonomian DIY, namun juga perlu diiringi dengan persiapan matang untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Peneliti Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada, Destha Titi Raharjana, mengatakan bahwa yang perlu diantisipasi DLHK DIY dari lonjakan wisatawan yakni pengelolaan sampah yang dihasilkan selama masa mudik, agar sampah tidak menumpuk di bak penampungan atau berserakan di area ruang publik.

Belum lagi sampah dan limbah dari industri perhotelan dan restoran.

"Jangan sampai ruang publik yang menjadi kumuh karena sampah," kata Destha.

Lebih lanjut ia mengatakan, tradisi mudik mampu memberikan dampak multiplier effect bagi perekonomian yang menjadi daerah tujuan mudik.

Baca juga: Organda DIY Prediksikan Ada Kenaikan Jumlah Pemudik, Siap Tambah Armada Bus

Sebab setiap pemudik adalah wisatawan yang akan berkesempatan mengunjungi destinasi wisata dan membelanjakan uangnya sepanjang perjalanan sehingga membangkitkan kegiatan usaha UMKM.

"Kegiatan mudik lebaran bisa meningkatkan sektor pariwisata. Selain tujuannya pulang kembali ke kampung halaman, para pemudik yang berkesempatan melihat daya tarik wisata  sehingga bisa menambah pendapatan masyarakat sekitar," kata Destha.

Selain menambah pendapatan asli daerah lewat tiket masuk wisata dan parkir, arus mudik juga dapat meningkatkan belanja masyarakat dan konsumsi rumah tangga.

Oleh karena itu, pemerintah bersama penyedia jasa serta pelaku wisata memastikan tumbuhnya ekosistem pariwisata yang nyaman bagi pengunjung dalam rangka mewujudkan destinasi wisata yang bertanggung jawab.

"Pelaku usaha jasa wisata harus mampu melayani secara proporsional, jangan sampai merusak citra wisata hanya karena menaikkan harga dengan alasan aji mumpung atau memberikan layanan yang kurang baik," paparnya.

Menurutnya perlu dihindari hal-hal yang membuat perlakuan yang tidak nyaman pada wisatawan.

Penting bagi kelompok sadar wisata untuk menjaga citra lokasi wisata dengan baik.

"Saya kira penyedia jasa dan pemudik perlu menyiapkan segala hal secara saksama agar mendapatkan layanan yang memadai tidak sampai menimbulkan kekecewaan," tegasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved