Ramadan 2024

Dapat Modal dari Baznas Microfinance, Puluhan Warga Nitikan Bisa Jualan Takjil di Masjid

Pasar Sore program Gerai Z Iftar dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Microfinance Desa (BMD) ini akan berlangsung 20 hingga 25 hari selama Ramadan

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Beberapa warga Nitikan berjualan takjil disekitaran Masjid Shultonain 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Warga di Kalurahan Nitikan, Kemantren Umbulharjo bersuka cita menyambut Pasar Sore Gerai Z Iftar Ramadan 1445 Hijiryah di kawasan Masjid Sulthonain, Sorosutan, Nitikan, Kota Yogyakarta, Sabtu (17/3/2024).

Pasar Sore program Gerai Z Iftar dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Microfinance Desa (BMD) ini akan berlangsung 20 hingga 25 hari selama Ramadan.

Perwakilan Baznas Microfinance Desa (BMD), Desinda T Putri, mengatakan pihak BMD menyediakan permodalan hingga stand aneka kuliner untuk 30 pelaku UMKM di Kalurahan Nitikan.

"Peluncuran launching ini inisiatif Baznas Microfinance, tujuannya mengembangkan pelaku UMKM serta, menangkap peluang usaha," katanya, saat launching Gerai Z Iftar Ramadan di kawasan Masjid Sulthonain.

Dia menjelaskan, BMD yang bergerak di bidang pembiayaan ini memfasilitasi program Gerai Z Iftar Ramadan 1445 H di 20 lokasi seluruh Indonesia.

"Salah satunya di masjid Sulthonain ini. Kami berharap disini, kami melakukan syiar membangun ekosistem UMKM," terang dia.

Takmir Masjid Shultonain, Kusmanto menuturkan pihaknya merasa senang sebab warga Nitikan dapat mengembangkan ekonomi berbasis masjid.

Baca juga: Syiar Islam Lewat Takjil Gulai Kambing Ala Masjid Gedhe Kauman Yogya

Masyarakat kini dapat belajar menangkap peluang usaha disektor kuliner dan sebagaianya.

"Saya ucapkan terimakasih harapannya ini gak berhenti di sini. Nanti bisa melanjutkan mendukung laju dan bergeraknya usaha di Masjid Shultonain ini," terang dia.

Seorang pedagang Gerai Z Iftar Ramadan 1445, Rina Handayani merasa terbantu dengan adanya pemberian modal usaha untuk berjualan di Pasar Sore Masjid Shultonain ini.

"Menurut saya sangat membantu karena apalagi ini kan bulan ramadan, ini untuk kegiatan sehari-hari bisa untuk sedikit banyak ada tambahan pemasukan rejeki," katanya.

Rina mengaku mendapat permodalan dan stand secara cuma-cuma dari BMD untuk dimanfaatkan tempat berjualan.

"Dapat uang modal sama stand berjualan, alhamdulillah ya senang bisa jualan," terang Rina.

Ketua Baznas Kota Yogyakarta Muhammad Iqbal, menambahkan manfaat zakat selain untuk konsumtif juga bisa juga untuk produktif.

Sehingga sektor usaha mikro kecil  menjadi salah satu hal utama penyaluran zakat. 

"Di masjid Sulhtonain ini ada 30 UMKM yang mudah-mudahan tidak hanya bulan ramadan saja mendapat program ini. Kemudian yang terpenting juga ada pendampingan, supaya usahanya berkembang," terang dia.

Selain Ketua Baznas Yogyakarta, hadir pula dalam acara tersebut perwakilan Penjabat Walikota Yogyakarta , Ketua Baznas DIY, Kemenag Kota Yogyakarta serta instansi terkait lainnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved