Berita Gunungkidul Hari Ini
Dampak Bencana Hidrometeorologi di Gunungkidul Nilai Kerugian Capai Rp187 juta
Nilai kerugian tersebut meliputi kerusakan terhadap 183 rumah hunian, 2 tempat usaha, 3 bangunan fasilitas umum, dan 2 kandang ternak.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Gunungkidul merilis nilai kerugian dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada (14/3/2024), mencapai Rp187,1 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul , Purwono mengatakan nilai kerugian tersebut meliputi kerusakan terhadap 183 rumah hunian, 2 tempat usaha, 3 bangunan fasilitas umum, dan 2 kandang ternak.
Serta, 21 titik jaringan listrik dan 12 titik aksen jalan mengalami gangguan.
"Nilai Kerugian ini tergolong tinggi karena kerusakan terjadi merata di 12 Kapanewon. Mulai dari Kapanewon Gedangsari, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Paliyan, Patuk, Playen, Ponjong, Rongkop, Semanu, Semin dan Wonosari," ujarnya, Minggu (17/3/2024).
Untuk penanganan kerusakan tersebut, pihaknya sudah melakukan evakuasi di titik- titik kerusakan di antanya pohon tumbang baik yang menimpa jalan maupun rumah warga.
Baca juga: Dampak Bencana Hidrometeorologi di Gunungkidul, Layanan Air PDAM di 12 Kapanewon Terganggu
Serta, memberikan bantuan permakanan dan logistik kepada para penyintas terdampak bencana hidrometeorologi ini.
"Untuk bangunan yang rusak sudah ditangani oleh para relawan dibantu juga dengan petugas polisi, TNI, maupun warga. Sedangkan, untuk bantuan logistik dan pemakanan juga sudah disalurkan," tuturnya.
Sementara itu, dilansir dari laman resmi BMKG mengimbau masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga deras disertai kilat serta angin kencang hingga 18 Februari 2024.
“Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dapat memicu pohon tumbang,” kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, dalam keterangannya.
Dia menuturkan selain potensi angin kencang, masyarakat juga diminta mewaspadai bencana hidrometerologi berupa banjir dan tanah longsor akibat hujan ringan hingga sedang.
Bahkan hujan tersebut diprediksi berdurasi cukup panjang.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, kata dia, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara.
Selain itu, terpantau adanya pola sirkulasi siklonik di barat pulau Kalimantan dan juga terdapat pertemuan angin (konvergensi) di Laut Jawa bagian timur.
"Maka,berdasarkan hasil analisis terkini dari profil vertikal, kelembaban udara di wilayah DIY pada ketinggian 1,5-3,0 km berkisar antara 70-95 persen (basah), yang menyebabkan peluang hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah DIY bagian utara terutama pada saat siang sampai sore hari," urainya. ( Tribunjogja.com )
| Pemkab Gunungkidul Usulkan Kalurahan Songobayu Jadi Kampung Nelayan Merah Putih |
|
|---|
| Polres Gunungkidul bersama BKSDA DIY Tanam 2400 Pohon untuk Makanan MEP |
|
|---|
| Libur Nataru, Dispar Gunungkidul Targetkan 101 Ribu Kunjungan Wisatawan |
|
|---|
| Kuatkan Diseminasi Informasi, Pemkab Gunungkidul bersama LPP RRI Jalin Sinkronisasi Media |
|
|---|
| Pemkab Gunungkidul Gelar Konser Kebangsaan Pentas Bhinneka Tunggal Ika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Angin-kencang-memporak-porandakan-arena-Pasar-Ramadan-di-Dusun-Getas.jpg)