Volume Sampah Pasar Tradisional di Kota Yogyakarta Sentuh 12 Ton Per Hari
Jika diakumulasi, dari 29 pasar rakyat yang beroperasi di wilayahnya, setiap hari terproduksi sekitar 12 ton sampah.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya pengelolaan limbah sejak dari sumbernya terus digenjot Pemkot Yogyakarta menjelang desentralisasi sampah.
Sebagai informasi, mulai pertengahan April 2024 mendatang, Kota Yogyakarta dituntut bisa mengolah sampahnya secara mandiri, karena TPA Piyungan di Kabupaten Bantul bakal ditutup total.
Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, mengatakan, salah satu sumber sampah yang masih menyisakan persoalan adalah pasar tradisional.
Menurutnya, jika diakumulasi, dari 29 pasar rakyat yang beroperasi di wilayahnya, setiap hari terproduksi sekitar 12 ton sampah.
Meski hanya sebagian kecil dari total sampah harian yang mencapai 200 ton per hari, jika tidak diantisipasi tetap saja berpotensi menimbulkan masalah.
"Sehingga, itu menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan Pemkot. Butuh inovasi dan kolaborasi untuk mengolahnya," katanya, Jumat (15/3/2024).
Alhasil, Singgih pun mengapresiasi inisiasi PT Bank Danamon Indonesia yang menyalurkan CSR-nya dalam bentuk tiga mesin pencacah sampah organik.
Ketiga mesin pencacah sampah organik itu disalurkan dan kedepan dioperasikan penuh di Pasar Beringharjo, Pasar Demangan dan Pasar Ngasem.
"Harapannya, dengan hadirnya tiga mesin ini akan mengurangi sampah sekitar 3-4 ton per hari. Karena kalau sudah dicacah volumenya pasti akan semakin berkurang," tandasnya.
Selama ini sampah dari pasar rakyat masih dikelola dengan teknologi sederhana di Tempat Pengeolahan Sampah Reduce Reuse Recylce (TPS 3R) di Nitikan.
Kemudian, beberapa pasar di Kota Yogyakarta juga melakukan pengelolaan sampah organik menjadi kompos, serta dikerjasakan dengan petani maupun peternak.
"Ya, kalau diolah bisa menjadi nilai tambah, berkah dan bermanfaat. Bisa digunakan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan," katanya
"Seperti untuk kompos, atau yang lebih mudah dan sederhana, dikerjasamakan, untuk pakan maggot atau hewan ternak," pungkas Singgih. (*)
| Pengelolaan Sampah Plastik Berbasis Pemberdayaan Perempuan Desa Prima di Kawasan Wisata Parangtritis |
|
|---|
| Pemkot Yogyakarta Terapkan WFH Tiap Jumat Mulai Besok, Wali Kota Hasto: Jangan Malah Wisata |
|
|---|
| Tak Berlangganan, Warga di Kulon Progo Pilih Buang Sampah ke Depo Pasar hingga Menumpuk |
|
|---|
| Pemkot Yogya Gulirkan Padat Karya Infrastruktur di 10 Kelurahan, Serap Ratusan Tenaga Kerja |
|
|---|
| Jogja Tertib Tanpa Konflik: Mas JOS Tunjukkan Wajah Tertib yang Beradab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/operasioan-mesin-pencacah-sampah-di-Beringharjo.jpg)