Gerak Cepat Pemkab Klaten Vaksinasi Sapi di Perbatasan Gunungkidul untuk Cegah Antraks
Pemerintah Kabupaten Klaten bergerak cepat melakukan vaksinasi sapi yang ada di daerah dekat dengan perbatasan Gunungkidul,
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Iwan Al Khasni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kasus antraks kembali merebak di Gunungkidul.
Per Senin (11/3/2024), Dinas Peternakan dan Kesehatan (DPKH) Gunungkidul menyatakan, sampel darah sapi dan bekas tanah yang disinggahi kambing yang mati mendadak di Dusun Kayoman, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari dinyatakan positif antraks.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Klaten bergerak cepat melakukan vaksinasi sapi yang ada di daerah dekat dengan perbatasan Gunungkidul, yakni Kecamatan Gantiwarno.
“Sampai sekarang, di Klaten belum ada laporan kasus antrakas. Semoga tidak ada ya, jangan hanya belum,” ujar Bupati Klaten, Sri Mulyani ditemui wartawan di kandang bersama di Dusun Jatimulyo, Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno, Kamis (14/3/2024) siang.
Sri Mulyani mengunjungi langsung kandang komunal dan melihat proses vaksinasi yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten.
Di kandang sapi itu, Mulyani sempat menanyakan bagaimana kesehatan dari ternak dan meminta warga agar perhatian dengan kasus antraks.
Sebab, kasus antraks, jika tidak dicegah segera, bisa melumpuhkan perekonomian warga sekitar yang sebagian besar masih bekerja sebagai petani dan peternak.
“Maka, kami menyasar di lima desa di Kecamatan Gantiwarno ini, ada Katekan, Kerten, Ngandong, Mlese dan Kragilan. Desa-desa itu berada di wilayah perbatasan,” tambahnya.
852 Sapi Divaksin
Vaksinasi antraks itu, menurut Mulyani, difokuskan pada sapi-sapi yang ada di lima desa tersebut. Teknisnya akan dilakukan oleh DKPP dalam beberapa hari ke depan.
“Catatannya, ada 852 sapi yang divaksin di Gantiwarno ini. Difokuskan ke sapi,” tuturnya.
Sementara, Kepala DKPP Klaten, Ir. Widiyanti meminta warga untuk tidak beraktivitas di aliran sungai berbatasan dengan Gunungkidul terlebih dahulu.
“Spora itu kan bisa kemana-mana, di tempat kejadian, karena adanya hujan, di tanah lokasi kejadian itu, sudah teridentifikasi positif. Sebenarnya, dengan adanya hujan, takutnya spora itu ikut mengalir ke sungai,” tutur dia.
Ditanya sampai kapan, Widiyanti mengatakan sampai kondisi aman, meski tidak disebut rentang waktunya, mengingat spora antraks bisa hidup hingga puluhan tahun mendatang. (ard)
| Detik-detik Menegangkan Penyelamatan Ibu dan Anak yang Terseret Ombak di Pantai Sundak Gunungkidul |
|
|---|
| Gempur Rokok Ilegal, Tim Gabungan Sita 6.375 Bungkus Rokok Tanpa Cukai di Gunungkidul |
|
|---|
| Kekeringan Mengintai, Belum Masuk Musim Kemarau, Pak Lurah Giripurwo Sudah Beli 2 Tangki Air Bersih |
|
|---|
| Dana Transfer Turun, Kulon Progo dan Gunungkidul Kelimpungan Susun RAPBD |
|
|---|
| Nasib Bus Sekolah Gunungkidul di Tengah Kenaikan BBM, Dishub Hitung Ulang Anggaran Agar Tetap Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/proses-vaksinasi-antraks-ke-sapi.jpg)