Soal Program Makan Siang Gratis, Ini Tanggapan Kepala BKKBN

Terkait anggaran Rp15 ribu per porsi, Hasto berharap dalam menunya harus ada unsur protein hewani.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, angkat bicara terkait makan siang gratis yang merupakan program andalan dari paslon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.

Sebagaimana diketahui, paslon Prabowo-Gibran unggul jauh dalam penghitungan suara cepat (quick count) dan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Sasaran yang tepat salah satu yang penting adalah untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), jangan sampai hanya untuk mengenyangkan SDM," kata Hasto, yang merupakan mantan Bupati Kulon Progo, Rabu (6/3) kemarin.

Ia mencontohkan, sasaran program bisa diperluas tak hanya pelajar namun juga lebih ke sasaran ibu hamil, orang yang hendak menikah atau remaja yang siap menikah, maupun ibu menyusui.

"Karena itu ada bekasnya, dengan yang diberikan ibu hamil maka tidak hanya mengenyangkan ibu hamil tapi anaknya menjadi cerdas. Itu secara umum harapan saya, sasarannya lebih fokus kepada yang memberikan daya ungkit terhadap kualitas SDM, stunting itu ada disitu," harap Hasto.

Terkait anggaran Rp15 ribu per porsi, Hasto berharap dalam menunya harus ada unsur protein hewani.

Sebab, lanjut Hasto, umumnya anak yang terkena stunting disebabkan kekurangan asupan protein hewani.

Di sisi lain, Hasto menyambut baik dengan rencana pemerintah akan impor susu.

Hanya, kembali lagi arah sasarannya lebih untuk ibu hamil. Terlebih, di Indonesia ini total ibu hamil sebanyak 4 juta orang.

Program susu gratis dianggap akan bermanfaat bagi ibu hamil dan anak yang dikandungnya untuk peningkatan kualitas SDM.

"Bagaimana kalau kayak di Amerika, Australia semua ibu hamil dapat jatah susu, jatah telur dari pemerintah. Itu lebih baik menurut saya diarahkan begitu saja. Jadi yang makan siang tidak harus makan siang bareng dalam bentuk nasi dus, tapi kan bisa makan siang dan membawa pulang susu dan membawa pulang telur," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved