Rekomendasi Fashion

7 Fashion Lokal Ramah Lingkungan Tapi Tetap Stylish

fesyen lokal tersebut menggunakan bahan-bahan organik pada produk mereka. Seperti menggunakan serat alami, ekstrak tumbuhan, buah-buahan, serat pohon

|
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
ilustrasi ecoprint 

Berkomitmen untuk membuat sepatu yang nyaman tanpa merusak lingkungan sekitar, Pijakbumi menggunakan bahan daur ulang dan berkelanjutan.

Seperti salah satunya adalah koleksi sepatu Pijakbumi yang menggunakan serat pohon kayu putih pada bagian pinggir sepatu, hingga sandal klasik dari daur ulang katun dan sabut kelapa.

4. Sejauh Mata Memandang

Mengusung konsep slow fashion, jenama lokal yang berdiri sejak 2014 terkenal dengan motif kain dengan perpaduan warisan budaya dengan modernitas kasual. 

 

Berkomitmen menghasilkan produk fesyen yang eco-friendly, Sejauh Mata Memandang selalu berusaha menggunakan bahan dan proses produksi yang ramah lingkungan. Tujuannya untuk mengurangi limbah tekstil saat proses produksi berlangsung.

5. SARE/Studio


Jenama lokal terkenal ini memiliki koleksi pakaian rumahan yang super nyaman. Kenyamanan yang diberikan oleh SARE/Studio berkat material pakaian yang berasal dari serat alami, ramah lingkungan, serta bisa terurai dan didaur ulang.

 

Berdiri sejak 2015, SARE/Studio memiliki beragam koleksi pakaian rumahan yang terkenal dengan kenyamanannya. Mulai dari piyama atau baju tidur, dress santai, hingga pakaian anak-anak. Ditambah lagi, jenama fesyen lokal ini juga memiliki koleksi pakaian perempuan berbahan organik.

 

6. Lakanua

Berasal dari Bandung, Jawa Barat, Lakanua adalah jenama lokal yang menghasilkan jam tangan dari limbah kayu bekas berkualitas terbaik.

Limbah kayu bekas diolah dengan material epoxy, dan digunakan pada bagian kepala jam. Sedangkan, untuk bagian strap jam terbuat dari kain tenun. Perpaduan tersebut sukses menghasilkan produk jam tangan yang unik, fresh, serta memiliki tekstur dan warna yang berbeda-beda

7. Loosewood

Loosewood menggunakan limbah kayu bekas sebagai bahan utama pembuatan jam tangan. Mulai dari limbah kayu papan skateboard, kayu gitar, maupun kayu lantai.

Selain jam tangan, jenama lokal asal Solo, Jawa Tengah ini sudah memiliki berbagai macam koleksi. Mulai dari kacamata, tas, serta anting-anting, kalung, dan berbagai aksesori lainnya. Berkat keunikannya, Loosewood berhasil tembus dan bersaing di pasar Eropa.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved