Berita Jogja Hari Ini

Pasar Sentul Rampung Direvitalisasi dengan Danais, Beroperasi Sebelum Ramadan

Sebanyak 695 pedagang pasar direncanakan siap menempati bangunan baru Pasar Sentul sekitar akhir Februari atau awal Maret 2024 nantinya.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Azka Ramadhan
Pasar Sentul yang berlokasi di Jalan Sultan Agung Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, telah rampung direvitalisasi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pasar tradisional Sentul yang berlokasi di Jalan Sultan Agung Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta , telah rampung direvitalisasi, ditata dan dipercantik sehingga lebih modern dan representatif bagi aktivitas perdagangan.

Tampil dengan wajah baru, Pasar Sentul kini tak kalah saing dengan pasar modern usai direvitalisasi sejak Mei 2023 lalu.

Sebanyak 695 pedagang pasar direncanakan siap menempati bangunan baru tersebut sekitar akhir Februari atau awal Maret 2024 nantinya.

Pasar yang menghabiskan anggaran Danais senilai total Rp 28,43 miliar ini diharapkan meningkatkan perekonomian yang pada akhirnya mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Dukungan Danais buat revitalisasi pasar rakyat di DIY ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya pelaku bisnis. Hal ini sangat sesuai dengan tujuan Undang-Undang Keistimewaan (UUK) yaitu mensejahterakan masyarakat,” ujar Paniradya Pati Aris Eko Nugroho, Jumat (16/02).

Disebutkan Aris, tak hanya Pasar Sentul yang direvitalisasi menggunakan kucuran danais.

Beberapa pasar rakyat lainnya antara lain yaitu Pasar Kotagede-Watu Gatheng, Pasar Prawirotaman, Pasar Tradisional Ikan Cangkringan, Pasar Gatak, Rekonstruksi Ex-Pasar Ikan Lama Cangkringan dan Pasar Ikan Sarwo Laris.

Baca juga: Pedagang Pasar Sentul Yogyakarta Bakal Direlokasi ke Bangunan Baru Selepas Pemilu 2024

Revitalisasi Pasar Sentul mengusung konsep bangunan bergaya Indis dengan warna putih.

Ada penambahan lantai, dari satu lantai, menjadi dua lantai ditambah rooftop.

Dengan daya tampung yang semakin besar ini maka bisa menampung pedagang yang sudah awal terdaftar berjualan di Pasar Sentul maupun pedagang kaki lima (PKL) dari Alun-alun Sewandanan Pakualaman.

Selama proses revitalisasi, sebanyak 529 pedagang Pasar Sentul direlokasi sementara di Jalan Babaran, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta.

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memfasilitasi shelter sementara bagi para pedagang agar tetap berjualan selama Pasar Sentul dibangun.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan rencana perpindahan pedagang dari shelter kembali ke Pasar Sentul dilakukan setelah Pemilu pada Februari 2024.

Pihaknya masih melakukan persiapan penataan pedagang dan akan menambah sarana dan prasarana (sarpras) di Pasar Sentul yang belum ada.

Salah satunya dengan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved