Hasto Wardoyo Ingatkan Makanan Sehat Cegah Stunting, Eko Suwanto Bicara Perhatian Lingkungan

Hasto Wardoyo menegaskan pentingnya pengetahuan soal asupan makanan sehat yang penting di masa 1000 hari kehidupan anak.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN dan Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, saat Sosialisasi KIE dan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja di Yogyakarta, Rabu (7/2/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menegaskan pentingnya pengetahuan soal asupan makanan sehat yang penting di masa 1000 hari kehidupan anak agar terhindar kasus stunting.

"Jangan salah paham, orang pendek belum tentu stunting. Ciri khas stunting, pendek tidak cerdas itu risiko kondisi anak stunting," kata Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN saat Sosialisasi KIE dan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja di Yogyakarta, Rabu (7/2/2024).

Hadir dalam forum tersebut Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan.

Hasto Wardoyo menjelaskan sesuai dengan target yang ditetapkan ada upaya pemerintah guna memastikan stunting harus turun. Angka 2022 ada 21,6 persen kasus di Indonesia. Diakui ada kesenjangan variasi antara satu dan yang lain daerah.

Langkah bersama dengan mitra kerja BKKBN seperti pemerintah daerah dan kader uang yang ada diharapkan bisa mempercepat penurunan stunting.

"Di DIY bersama dengan elemen kelompok masyarakat banyak bantu dengan aksi berbagi telor. Urusan makanan sehat saya ingatkan anak anak kini suka cilot, kita tak pernah tahu ada protein atau hanya tepung dan bumbu penyedap. Mohon perhatian jangan suka cilok nanti ciloko," kata Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN.

Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan menyatakan urusan stunting perlu juga perhatian lingkungan tempat tinggal.

Konsentrasi pada SDM, dengan membentuk generasi yang sehat butuh dukungan lingkungan .Masalahnya ada 250 ha / tahun yang beralih fungsi dengan lahan pertanian produktif 125 ha /th berkurang.

Berkurang nya lahan pertanian produkrif berdampak pada urusan ketahanan pangan. Lalu soal kualitas air, kualitas airnya buruk di Yogyakarta, juga kualitas udaranya buruk.

"Lahan penghasil oksigen berkurang dengan adanya alih fungsi lahan ini berpengaruh pada makanan dan pengaruh lingkungan. Nah, bagaimana cukup pangan? Ingatlah pentingnya asupan protein yang diikuti gaya hidup keluarga yang sehat. Kondisi padat penduduk sampai cari ruang bermain susah, jangan lagi bergaaul dan beraktivitas memadai. Kita ke depan harus tata

"Lingkungan baik diwujudkan penting.Makanan yang bisa bantu cegah stunting yang murah, telur, tempe, ayam maka pemerintah bisa fasilitasi makanan tambahan," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved