Lewat Serangan Udara, AS Luncurkan 125 Amunisi Menyasar Sasaran Iran di Suriah dan Irak
Amerika Serikat benar-benar melakukan serangan terhadap sasaran terkait dengan IRGC dan milisi yang didukungnya yang berada di wilayah Suriah dan Irak
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON DC - Amerika Serikat benar-benar melakukan serangan terhadap sasaran terkait dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan milisi yang didukungnya yang berada di wilayah Suriah dan Irak.
Serangan udara itu dilakukan oleh militer AS pada Jumat (2/2/2024) kemarin.
Total ada 85 sasaran yang diserang oleh militer AS dalam serangan udara tersebut.
Serangan udara ini merupakan respon dari AS atas tewasnya tiga prajurit dalam serangan drone oleh milisi di Yordania beberapa hari sebelumnya.
Sebelum melakukan serangan udara terhadap sasaran yang berkaitan dengan Iran di wilayah Suriah dan Irak, AS sudah membocorkan rencana itu ke publik.
Namun saat itu sejumlah narasumber tidak memberikan informasi detail soal waktu penyerangan.
Dalam serangan udara yang dilancarkan pada Jumat ini, AS hanya menyasar sasaran yang berkaitan dengan Iran di wilayah Irak dan Suriah saja.
AS sama sekali tidak melakukan serangan di wilayah Iran.
Namun tetap saja hal itu bisa meningkatkan kekhawatiran mengenai meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat perang Israel dengan kelompok Hamas Palestina di Gaza.
Baca juga: Houthi Libas Israel dan AS, 3 Misil Yaman Hancurkan 30 Rudal Washington Milik Amerika!
Militer AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan tersebut mengenai sasaran, termasuk pusat komando dan kendali, roket, rudal dan fasilitas penyimpanan drone, serta fasilitas rantai pasokan logistik dan amunisi.
"Serangan tersebut mengenai lebih dari 85 sasaran menggunakan lebih dari 125 amunisi," kata militer AS seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Mereka menargetkan Pasukan Quds, spionase asing dan cabang paramiliter IRGC yang sangat memengaruhi milisi sekutunya di Timur Tengah, dari Lebanon hingga Irak dan Yaman hingga Suriah.
Pemerintah Suriah mengatakan pada Jumat bahwa serangan AS di wilayah gurun dan di perbatasan Suriah-Irak mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan cedera.
Meski demikian, sebelumnya Pentagon menyatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan perang dengan Iran.
Bahkan, Amerika Serikat juga meyakini bahwa Iran juga tidak menginginkan adanya perang.
| Pascaperingatan Rudal Iran, AS Hentikan Operasi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz |
|
|---|
| Trump Perintahkan Militer Kawal Kapal di Selat Hormuz, Iran Beri Peringatan Keras |
|
|---|
| Iran Tak Gentar, Siap Balas Serangan AS |
|
|---|
| Blokade Jalur Energi: Iran Siapkan Manajemen Baru di Selat Hormuz Lawan Amerika |
|
|---|
| Syarat Teheran untuk Washington: Hentikan Blokade Laut Jika Ingin Dialog Damai Berlanjut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/httpswwwyoutubecomwatchv5621L2J40a8.jpg)