Rangkuman Pengetahuan Umum
Materi IPAS Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka: Perubahan Permukaan Bumi
Permukaan bumi terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan ini bisa disebabkan oleh faktor alam dan manusia.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Permukaan bumi terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Dilansir dari buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V Bab 4 Topik B tentang berubahnya bentuk permukaan bumi, perubahan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik karena tindakan manusia maupun karena faktor alam.
Perubahan yang disebabkan oleh faktor alam melibatkan berbagai fenomena alam, seperti gempa bumi, letusan gunung, tsunami, hujan badai, dan angin topan. Terjadinya berbagai fenomena alam tersebut memiliki potensi untuk mengubah kondisi lingkungan di sekitarnya secara semipermanen.
Contoh perubahan permukaan bumi yang disebabkan oleh faktor alam adalah tsunami yang dapat meluluhlantakkan apapun yang dilewati oleh air bah tersebut. Ketika tsunami terjadi, bangunan ataupun tumbuhan dapat tersapu oleh air dan membuatnya rata dengan tanah.
Contoh lainnya dapat kita lihat pada fenomena meletusnya Gunung Tambora di Pulau Lombok pada tahun 1815. Pada awalnya, Gunung Tambora memiliki ketinggian 4.200 meter di atas permukaan air laut (dpl). Namun, setelah meletus, tinggi Gunung Tambora berkurang menjadi hanya 2.800 meter dpl.
Selain ketinggian gunung yang berubah, fenomena letusan Gunung Tambora juga membuat struktur gunung tersebut ikut berubah. Gunung Tambora yang awalnya memiliki puncak berbentuk kerucut berubah menjadi kehilangan kerucutnya. Setelah letusan terjadi, puncak kerucut Gunung Tambora menjadi hilang dan berubah menjadi kawah dengan ukuran yang sangat besar.
Secara umum, perubahan yang terjadi akibat faktor alam ini sulit untuk dikendalikan oleh manusia. Akan tetapi, berbeda dengan perubahan karena faktor alam yang sulit untuk dikendalikan, perubahan permukaan bumi karena tindakan manusia merupakan perubahan yang dapat dikendalikan.
Beberapa contoh perubahan permukaan bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia adalah pembangunan area perumahan, pabrik, jalan tol, maupun gedung-gedung perkantoran di daerah hutan, tepi sungai, ataupun area persawahan.
Aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manusia ini dapat menyebabkan kondisi alam mengalami perubahan. Keberadaan hutan yang awalnya lebat dapat menjadi gundul dan gersang karena ditebang demi membangun berbagai infrastruktur yang digunakan oleh manusia.
Bisa juga sungai yang awalnya memiliki air yang jernih dan segar menjadi kotor akibat dari adanya pembangunan pabrik yang terletak di hulu sungai.
Selain perubahan-perubahan di atas, perubahan alam di bumi juga dapat dilihat dari adanya perubahan cuaca. Perubahan cuaca merupakan perubahan yang bersifat sementara.
Cuaca merupakan keadaan udara di atmosfer pada waktu dan tempat tertentu yang sifatnya tidak menentu dan berubah-ubah. Perubahan cuaca yang terjadi di suatu daerah dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti angin, temperatur udara, dan juga hujan.
Hujan merupakan salah satu peristiwa alam yang menjadi bagian dari siklus air. Siklus air sendiri merupakan proses perpindahan air dari permukaan bumi ke atmosfer yang terjadi secara terus-menerus. Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengenai proses terjadinya siklus air.
1. Air yang berada di daratan, baik yang berada di atas permukaan tanah maupun di dalam tanah akan bergerak menuju ke lautan.
2. Air laut yang disinari oleh cahaya matahari akan mengalami perubahan bentuk menjadi uap. Proses ini dapat disebut sebagai proses evaporasi.
3. Uap air tersebut kemudian akan mengumpul di atmosfer, mengalami proses kondensasi, dan membentuk awan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kawah-Gunung-Tambora.jpg)