Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava 7 Kali Dalam Kurun Waktu 6 Jam Terakhir

Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava sebanyak 7 kali dalam kurun waktu enam jam terakhir.

Tribunjogja.com/Setya Krisna Sumarga
Lava pijar dan guguran lava Gunung Merapi terlihat Senin, 4 Desember 2023 sekira pukul 20.15 WIB 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava sebanyak 7 kali dalam kurun waktu enam jam terakhir.

Guguran lava mengarah ke Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.

BPPTKG juga mencatat pada periode pengamatan Selasa (16/01/2024) pukul 00.00 - 06.00 juga terjadi sejumlah kegempaan. 

Terjadi 33 guguran, dengan amplitudo : 3-22 mm, dan durasi : 60.3-162.9 detik. Hybrid/Fase Banyak terjadi 7 kali, amplitudo : 2-3 mm, S-P : 0.3-0.5 detik, dan durasi : 5.4-8 detik. 

Gempa Tektonik Jauh terjadi 2 kali, amplitudo : 2-19 mm, S-P : 28.4-36.77 detik, dan durasi : 35-90 detik. 

Menurut pengamatan meteorologi, cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara 18.3-19 °C, kelembaban udara 69-94.9  persen , dan tekanan udara 918-8722.1 mmHg.

Baca juga: BPBD DIY Keluarkan Surat Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Ini Dua Wilayah Rawan

Secara visual gunung kabut 0-II hingga kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau Level III. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga diminta agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

BPPTKG masih akan terus memantau aktivitas Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (maw) 


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved