Inspiring Beauty

Menjalani Hidup Ala Pengusaha Cantik Maya Damayanti: Ingin Bermanfaat Bagi Banyak Orang

Selain komitmen, dalam menjalankan bisnisnya, Maya juga berusaha bisa memberi kemanfaatan bagi banyak orang melalui bidang yang digelutinya.

Tayang:
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Yudha Kristiawan
Dokpri
Maya Damayanti sesi foto 

Menjalankan komitmen sekalipun menemui beragam kendala adalah salah satu prinsip yang dipegang oleh perempuan pemilik nama Maya Damayanti ini. Maya begitu ia akrab disapa adalah seorang pengusaha yang saat ini fokus pada bidang pertambangan. Sebagai seorang pengusaha, komitmen menjadi faktor penting menurut Maya.

Maya mencontohkan, jika ia selama ini tak memegang komitmen dalam setiap kerjasama dalam pekerjaannya, niscaya kepercayaan bisa diperoleh.

Jika kepercayaan pada seseorang sudah tidak diberikan, maka mustahil sebuah bisnis bisa berkembang baik.

Selain komitmen, dalam menjalankan bisnisnya, Maya juga berusaha bisa memberi kemanfaatan bagi banyak orang melalui bidang yang digelutinya.

Bagi Maya, hal yang paling memberi kepuasan batin adalah ketika apa yang ia kerjakan selama ini bisa berguna dan memberi manfaat dalam banyak hal bagi masyarakat luas.

"Komitmen kita junjung tinggi, ibaratnya apapun kita buntung, tetap kita kerjakan kalau kita sudah yes. Sebelum kita yes pasti sudah kita pelajari, itu dalam liku liku perjalanan pasti ada yang ngga enak tapi kita ngga boleh berhenti, meski kaki kita tertancap di lumpur, tetap harus kita tarik dan melangkah lagi," ungkap Maya.

Sebelum membangun bisnis pertambangan, Maya terlebih dahulu menekuni bisnis money changer dan dunia perkapalan. Pengalaman kuliah magister di Amerika lalu dilanjutkan bekerja di Hongkong menjadi modal berharga bagi Maya menjadi seorang entrepreneur di Indonesia.

Menurut Maya, apa yang dimiliki Indonesia, mulai dari sumber daya alamnya, sumber daya manusia hingga kekuatan sosial Indonesia adalah modal kuat membangun Indonesia yang lebih sejahtera.

Bila dibandingkan dengan negara lain, menurut Maya, sejatinya Indonesia dalam kancah ekonomi dunia bisa berbicara banyak.

Maya menggaris bawahi, dalam paradigmanya, semua membutuhkan proses yang baik dan benar agar mencapai hasil yang maksimal. Tidak ada yang instan dengan hasil yang memuaskan.

Terkhusus generasi saat ini, Maya berharap, dengan potensi yang dimiliki Indonesia saat ini, seharusnya bisa mempermudah pencapaian terbaik generasi muda saat ini, asalkan ulet, tidak mudah menyerah dan mau belajar.

Maya mencontohkan saat ia masih merantau di negara orang, selain bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia tak sungkan untuk melakukan pekerjaan lain selagi ia masih memiliki waktu luang.

Saat masih hidup di luar negeri, Maya bahkan sempat membuat tempe sendiri untuk dijual.

"Jangan malu atau gengsi, sepanjang yang kita lakukan baik kenapa tidak. Jangan takut kalah sebelum berperang. Tidak boleh malas dalam hal apapun, karena sekalinya malas, hasilnya tidak pernah maksimal," ungkap Maya.

Maya menuturkan, sebagai gambaran seorang pebisnis, menurut perempuan pemilik rambut panjang sebahu ini, idealnya harus menguasai dari hulu hingga hilir bidang yang ditekuninya.

Maya sendiri kerap terjun lapangan langsung untuk sekedar memantau ataupun menyelesaikan kendala yang ada. Bagi Maya, ketika seorang pebisnis menguasai semua hal yang digelutinya, niscaya, ia setidaknya bisa menyelesaikan kendala yang terjadi.

"Aku kebanyakan learning by doing, belajar langsung dari kendala yang muncul, terkadang otodidak, karena memang belum punya pengalaman menangani persoalan di lapangan. Jadi memang sebaiknya harus turun lapangan, memahami persoalan dari hulu hingga hilir," ujar Maya.

Digambarkan Maya, situasi bekerjanya saat harus pergi ke lokasi pertambangan di sebuah pulau, harus menggunakan pesawat kurang lebih menempuh waktu 4 jam perjalanan.

Lalu, ia harus melanjutkan perjalanan menggunakan kapal kurang lebih juga selama 4 jam. Jadi, bagi Maya, semua pekerjaan harus dilakukan dengan baik, benar, efisien dan meminimalisir kesalahan.

Maya Damayanti
Maya Damayanti (ist/dokpri)

Ikut Lestarikan Budaya

Perempuan kelahiran Cilacap 1977 ini takjub dengan budaya jawa yang adiluhung. Bagi Maya, tradisi budaya peninggalan leluhur memiliki
nilai nilai luhur yang bisa menjadi modal kuat dalam membentuk karakter generasi selanjutnya. Maya mencotohkan, salah satu budaya yang masih bisa dijadikan sumber pengetahuan sejarah adalah Dhaup Ageng Kadipaten Pakualaman yang belum lama ini digelar.

Maya yang turut hadir di acara tersebut mengenakan busana kebaya lengkap dengan sanggul. Bagi Maya, mengenakan busana adat bisa menjadi salah satu cara melestarikan tradisi budaya yang diwariskan oleh nenek moyang.

Pakaian adat menurut Maya menjadi aset tradisi dan budaya yang seharusnya bisa lebih baik lagi didekatkan ke generasi muda saat ini.

" Indonesia memiliki busana adat yang banyak sekali dan masing masing mempunyai makna filosofis yang sarat dengan nilai nilai luhur bangsa ini.

Bisa kita saksikan ketika ada acara seperti ini, para tamu undangan mengenakan busana adat daerahnya masing masing yang membuat nilai nilai kebhinekaan semakin baik. Ini yang bisa kita terus edukasi ke generasi penerus," ungkap Maya.

Menurut Maya, banyak sekali budaya dan tradisi Indonesia yang berpeluang menjadi daya tarik wisatawan dari negara lain berkunjung ke Indonesia.

Hanya saja, dibutuhkan keseriusan semua pihak untuk mendorong tradisi dan budaya Indonesia menjadi alasan kuat wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.

"Yogyakarta ini sebagai salah satu yang bisa dijadikan contoh bagaimana tradisi dan budayanya menjadi daya pikat para wisatawan berkunjung ke sini.

Rasanya kalau mendengarkan alunan musik tradisi dan melihat tarian serta masyarakatnya berbusana adat seperti ini benar benar betah dan membuat kerasan berlama lama di Yogya," ungkap Maya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved