Miras Oplosan Maut Renggut 7 Nyawa di Semarang dan Surabaya

Miras oplosan kembali memakan korban jiwa. Kali ini miras oplosan maut merenggut 7 pemuda di Semarang dan Surabaya.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
dok.is/via Tribun Pontianak
Ilustrasi Miras Oplosan 

"Kejadian ini terjadi pada Kamis (4 Januari), namun baru dilaporkan pada subuh tadi karena keluarga korban mungkin merasa takut untuk melaporkannya," terangnya, Senin (8/1/2024).

Sedangkan seorang saksi mata, Guntur Bagus (22) mengatakan, para korban menenggak minuman campuran etanol, sirup, dan minuman saset.

"Belum pernah mencoba sebelumnya, kali ini kami mencicipi dan merasakan panas saat meminumnya," papar Guntur.

Ia mengatakan, minuman tersebut diracik oleh seseorang bernama Dodi.

Dodi dikatakan berniat membuka usaha minuman dan menguji produknya ke teman-temannya.

"Ketika kami minum di lokasi, belum ada efek dari minuman keras tersebut. Efeknya baru terasa setelah kami tiba di rumah," tambahnya.

Guntur yang juga ikut minum miras juga merasa lemas.

"Saya hanya merasa lemas, walaupun minum miras sekitar 10 gelas, tidak ada efek yang berlebihan seperti minum 10-20 gelas," ujarnya.

Sementara terkait dengan 3 mahasiswa di Surabaya yang tewas akibat miras oplosan, Kapolsek Sukolilo, Kompol I Made Patera Negara menyebut kalau para korban sebelumnya membeli miras di warung dekat kampusnya.

Pemilik warung sudah juga sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Meski begitu, lanjutnya, pihak polisi belum punya bukti kuat untuk melanjutkan kasus lantaran tak ada satupun keluarga korban yang membuat laporan.

"Kami mendengar kabar ini setelah korban di Surabaya meninggal dunia. Korban saat itu berada di RS William Booth. Kami sudah arahkan untuk buat laporan dan jenazah dilakukan autopsi, namun pihak keluarga tidak berkenan," terang Made.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor ke polisi apabila melihat aktivitas peredaran miras.

"Apabila ada warga masyarakat yang mengetahui adanya penjualan miras ilegal, segera laporkan kepada kami. Pasti akan kami tindak lanjuti," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved