Sejarah Singkat Berdirinya Organisasi Muhammadiyah di Indonesia

Muhammadiyah merupakan sebuah organisasi Islam modernis terbesar yang ada di Indonesia.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
net
Sejarah singkat berdirinya organisasi Muhammadiyah di Indonesia 

TRIBUNJOGJA.COM - Muhammadiyah merupakan sebuah organisasi Islam modernis terbesar yang ada di Indonesia.

Data pada tahun 2019 menyebutkan jika anggota organisasi Muhammadiyah telah mencapai 60 juta anggota dan terus meningkat hingga saat ini.

Muhammadiyah merupakan organisasi yang mengikuti jejak nabi Muhammad SAW terutama dalam hal beribadah wajib dan Sunnah.

Muhammadiyah berdiri pada tahun 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Kauman, Yogyakarta.

Organisasi Muhammadiyah memiliki peran yang besar dalam bidang kemasyarakatan dan pendidikan, seperti membangun klinik-klinik perawatan kesehatan, panti asuhan, dan sekolah formal dari usia dini hingga universitas.

 

Latar belakang berdirinya Muhammadiyah

Pada tahun 1903, KH Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci dan sempat bermukim di sana.

Kemudian, KH Ahmad Dahlan berguru kepada ulama-ulama Indonesia yang bermukim di Mekkah seperti Syekh Ahmad Khatib, Kyani Nawawi, dan Kyai Fakih.

Beliau juga membaca pemikiran-pemikiran Islam seperti Ibnu Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahab, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha.

Kemudian KH Ahmad Dahlan berinteraksi dengan anggota Boedi Oetomo yaitu R. Budihardjo dan R. Sosrosugondo sebagai awal mula lahirnya organisasi Muhammadiyah.

Asal nama "Muhammadiyah" pada awalnya diusulkan oleh kerabat sekaligus sahabat KH Ahmad Dahlan yang bernama Muhammad Sangidu, ia merupakan seorang Ketib Anom Kraton Yogyakarta dan tokoh pembaruan yang juga menjadi penghulu Kraton Yogyakarta.

Kemudian nama tersebut diputuskan setelah KH Ahmad Dahlan melakukan shalat istikharah.

Pada tahun 1911, berdirilah Sekolah Muhammadiyah di Yogyakarta yakni sebuah sekolah yang dilakukan tidak di surau seperti pada umumnya, melainkan di sebuah gedung milik ayah KH Ahmad Dahlan dengan menggunakan papan tulis dan meja untuk mengajarkan agama dan ilmu umum dengan cara baru.

Sekolah tersebut menjadi rintisan lanjutan dari kegiatan KH Ahmad Dahlan dalam memberikan pelajaran yang mengandung ilmu agama Islam dan pengetahuan umum di halaman rumahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved