Berita Jogja Hari Ini
Properti di Sleman dan Bantul Paling Banyak Terserap Pasar
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan Sleman dan Bantul menjadi kabupaten yang paling banyak diserap pasar.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan Sleman dan Bantul menjadi kabupaten yang paling banyak diserap pasar.
Hal itu karena Sleman dan Bantul merupakan daerah penyangga bagi Kota Yogyakarta.
Ilham menyebut penjualan tertinggi pada rumah dengan harga di bawah Rp700 juta, dengan persentase 50 persen.
Baca juga: Libur Semester Mahasiswa Berdekatan dengan Hari Pencoblosan, Bawaslu DIY Khawatir Partisipasi Rendah
"Segmen terbesar adalah di bawah Rp 700 juta, di atas 50 persen. Kemudian segmen Rp 700 juta sampai Rp 2 miliar, dan sisanya lagi di atas Rp 2 miliar. Motifnya masih untuk investasi, ada yang disewakan, ada yang untuk kos-kosan," katanya, Kamis (21/12/2023).
Sayangnya segmen rumah vertikal mengalami penurunan yang cukup signifikan. Menurut dia, pemahaman masyarakat rumah vertikal masih kurang. Sehingga rumah vertikal, seperti apartemen kurang diminati.
"Karena secara kultural ya, perbedaan budaya. Pemahaman di masyarakat rumah ya bawahnya tanah, harus tapak. Itulah yang menyebabkan pasar belum menerima dengan baik," sambungnya.
Secara umum industri properti di DIY baik, meski ada perlambatan pada bulan Oktober dan November. Selain karena munculnya kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD), ada kecenderungan masyarakat menahan konsumsi. Hal itu terlihat dari tingginya dana pihak ketiga (DPK) perbankan.
Kendati demikian, konsumsi masyarakat kini mulai meningkat. Sehingga diharapkan pada Desember ini penjualan REI DIY bisa pulih kembali. Pameran properti menjadi salah satu jurus REI DIY untuk meningkatkan penjualan di penghujung 2023 ini.
Pada pameran yang digelar pada 20-25 Desember 2023 itu, REI DIY menargetkan transaksi mencapai Rp 60 - 75 miliar. (maw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)