Inspiring Beauty
Nura Fokus Konservasi Tumbuhan
BEKERJA dengan hal-hal berbau rekayasa genetik di dalam laboratorium adalah gambaran yang dikerjakan Nura, sewaktu di Jepang.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Agus Wahyu
BEKERJA dengan hal-hal berbau rekayasa genetik di dalam laboratorium adalah gambaran yang dikerjakan Nura, sewaktu di Jepang.
Nura berprofesi sebagai peneliti yang saat ini, tengah fokus pada penelitian yang berkaitan genetika konservasi tumbuhan di bawah Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Indonesia.
Terbaru, perempuan pemilik nama Latifa Nuraini tengah merintis pengembangan greenhouse dengan anggrek lokal sebagai obyek penelitiannya. Nura bersama timnya membangun dua greenhouse, yakni di Kampung Pitu Gunung Purba Nglanggeran dan satu lagi di daerah Purwosari, Kulon Progo.
Nura menuturkan, greenhouse ini sebuah upaya memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat setempat khususnya, tentang aset flora yang bila dilestarikan dan dibudidayakan dengan lebih bijaksana bisa memberi kemanfaatan yang lebih baik.
"Sebagai seorang peneliti, aku ingin lebih banyak berkontribusi untuk masyarakat kita melalui beragam penelitian, yang tentu saja melibatkan kolaborasi banyak pihak agar bisa memberi manfaat yang lebih baik kedepannya,” ujarnya.
“Di antaranya melalui konservasi tumbuhan lokal berpotensi tanaman hias, misalnya anggrek alam yang sejatinya memiliki prospek besar untuk dikembangkan sehingga bisa memberi dampak bagus bagi peningkatan perekonomian masyarakat," sambung Nura.
Nura mengungkapkan, jika bicara soal anggrek alam, Indonesia memiliki kurang lebih 20 persen dari populasi anggrek alam yang ada di dunia, sekitar 5.000 spesies anggrek berasal dari Indonesia. Namun sayangnya, baru sekitar 1.500-an saja yang kini sudah diidentifikasi, sisanya masih belum dikaji.
Pengalaman Nura selama merampungkan studi doktoralnya di negeri Sakura Jepang, memberinya peluang untuk melakukan pengembangan genetika konservasi tumbuhan, khususnya untuk tumbuhan yang bisa berpotensi tanaman hias.
Nura menimba ilmu di dua universitas sekaligus, yakni Shizuoka University dan Gifu University. Setelah memperoleh predikat doktor, Nura sempat bekerja di sebuah perusahaan terbaik di Jepang yang fokus pada breeding custom for ornamental flower plants.
Di perusahaan tersebut, Nura sempat mengembangkan tanaman hias khas Jepang yang direkayasa secara genetik untuk tujuan industri.
"Di Jepang semua penelitian dikerjakan di laboratorium yang very expensive and high quality. Peneliti seperti aku di sana, tugasnya menghasilkan varian baru sesuai permintaan pasar. Misalnya, ada tanaman hias yang memungkinkan untuk menghasilkan warna yang secara alamiah belum pernah ada, itu bisa kita buat salah satunya dengan rekayasa genetik," ungkap Nura.
Disebutkan Nura, untuk bisa diterima menjadi peneliti di sebuah perusahaan Jepang memang tak mudah. Nura harus bersaing ketat dengan para peneliti Jepang yang kompetensinya memang dikenal wahid di dunia.
Namun Nura membuktikan semua bisa ditembus dengan semangat ikigai, yakni sebuah prinsip hidup untuk menjadi lebih bermanfaat, seimbang, dan bermakna. Atas banyak pertimbangan, terutama ingin mengabdi untuk negeri, Nura memutuskan pulang ke tanah air dan berupaya ingin berkontrbusi dengan karya penelitian terbaik dalam bidang yang ia geluti untuk kemanfaatan Masyarakat lebih luas.
"Sebagai peneliti kita harus optimistis dengan sumber daya alam Indonesia yang luar biasa ini, kita bisa memaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat melalui beragam program penelitian yang berbasis pada problem solving. Sehingga, masyarakat bisa langsung merasakan manfaat dari penelitian kita, di samping untuk ilmu pengetahuan," imbuhnya.
Hobi Mendaki dan Hiking
Di sela-sela waktu luang Nura menyempatkan diri untuk melakukan hobinya, yaitu hiking dan mendaki gunung. Perempuan asli Yogyakarta ini memiliki hobi yang berhubungan aktivitas out door. Hampir setiap akhir pekan, Nura menyempatkan diri untuk hiking.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nura.jpg)