Berita Otomotif Terkini

Menggaris Mobil Layaknya Komik Jepang pada Suzuki Katana Blitz 1988

Pemilik mobil Suzuki Katana Blitz tahun 1988 ini mendesain mobilnya layaknya gambar yang ada di komik jepang atau manga.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Santo Ari
Menggambar mobil sehingga terkesan seperti komik Jepang 

TRIBUNJOGJA.COM - Modifikasi kendaraan tak harus mahal, dengan kreativitas maka kita bisa mendapatkan tampilan yang berbeda dari yang lain.

Sama halnya yang dilakukan oleh Denta (35) pemilik dari mobil Suzuki Katana Blitz tahun 1988 yang mendesain mobilnya layaknya gambar yang ada di komik jepang atau manga.

Mobil warisan dari ayahnya ini memiliki nilai historis bagi dirinya.

Ia mendapat pesan bahwa mobil ini tidak boleh dijual, namun boleh dimodifikasi.

Sejauh ini ada beberapa tahapan yang telah ia lakukan, misalnya dengan mengganti velg, spion dan interior.

Yang terbaru adalah menggambari mobilnya sehingga terkesan komik atau dua dimensi.

Modifikasi ini lantaran ia terinspirasi dengan serial manga jepang berjudul ‘Initial D’.

Manga legendaris tentang mobil dan balapan jalanan.

“Ada beberapa yang melatarbelakangi, pertama karena suka dulu dengan Initial D, yang kedua bagaimana memodif mobil dengan biaya yang murah selain mengecat. Yaitu dibuat seperti komik, selain murah juga unik karena beda dari yang lain,” ucapnya.

Baca juga: Membangkitkan Kenangan Masa Lalu dengan Suzuki TS 125 yang Nyaman di Segala Medan

Ia mendapuk Rama, dari Daddy’s Jokes untuk menorehkan garis-garis di mobilnya.

Adapun dalam dunia seni termasuk komik, ada banyak teknik yang digunakan seniman untuk menggambar.

Namun dari semuanya itu, desain yang diaplikasikan di mobilnya cukup sederhana, yakni sebatas outline, atau garis untuk membuat kerangka dalam suatu objek.  
 
Usai menggambari mobilnya, ke depan ia juga akan lari ke arah gaya JDM (Japanese Domestic Market), mobil yang hanya diproduksi serta dijual untuk pasar domestik Jepang.

“Part-partnya arahnya ke sana. Misal udah diganti spion, dan velg. Kalau jepang kan bannya tipis-tipis,” ujarnya mencontohkan.

Sementara itu, Rama mengatakan mobil yang digambar layaknya dua dimensi ini telah banyak dilakukan oleh seniman-seniman luar negeri.  

Teknik seperti ini ia jadikan referensi untuk memangkas biaya modifikasi, terutama dari sisi tampilan kendaraan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved