Berita Jogja Hari Ini

Dishub DIY Bakal Pasang Rambu Larangan Melintas di Jalur Cinomati selama Libur Nataru

Pasalnya, jalur penghubung antara Kecamatan Pleret dan Dlingo itu memiliki kontur jalan yang sangat curam, berkelok, menurun dan menanjak.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Hanif Suryo
Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Lazuardi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tanjakan di daerah Cinomati Bantul menjadi jalur yang paling rawan dilewati.

Terutama bagi kendaraan wisatawan luar daerah yang tak mengenal dan tak hafal medan.

Pasalnya, jalur penghubung antara Kecamatan Pleret dan Dlingo itu memiliki kontur jalan yang sangat curam, berkelok, menurun dan menanjak.

Belum lama ini, Sabtu (9/12/2023), jalur Cinomati menelan 1 korban jiwa, saat sebuah Minibus bernomor polisi N 7602 TA yang berisi 17 orang, terperosok ke jurang yang diduga disebabkan rem blong.

Baca juga: Bantul Nihil Kasus Antraks, DKPP Tetap Optimalkan Pantauan Hewan Ternak

Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Lazuardi mengungkapkan bahwa Dishub DIY bakal memasang rambu portable berisi larangan agar tidak melintas dan dianjurkan melalui jalur Dlingo dan Patuk.

"Banyak masyarakat pakai maps tidak melihat depan, saat terjebak bingung," ujar Lazuardi.

Lebih lanjut ia mengimbau, para pelancong untuk tidak melalui Jalur Cinomati apabila tidak mengenal medan dengan baik.

Namun sejauh ini, Dinas Perhubungan DIY belum berencana untuk menutup jalur Cinomati. Ia pun mempersilakan masyarakat tetap melewati jalur tersebut jika memang sudah pernah melaluinya sehingga memahami medan.

"Memang ada pembahasan ke situ (menutup jalur Cinomati), sementara seperti tahun kemarin belum direkomendasikan untuk jalur mudik," jelasnya.

Ditambahkannya, libur Nataru tahun ini sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya sebab arus balik Natal dan arus wisatawan yang datang ke DIY diprediksi berbarengan pada 29 Desember 2023.

"Ada dua puncak di sana antara posisi balik dan datang itu agak unik, oleh sebab itu harus kami antisipasi," katanya.

Adapun jalur yang nantinya bakal menjadi favorit wisatawan untuk dilewati adalah melalui sisi timur, yakni melalui Prambanan. Hal ini bukan karena jalan tol mulai dioperasikan, tetapi memang sudah menjadi favorit sejak diberlakukannya pembatasan sewaktu pandemi Covid-19. (HAN)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved