Disdukcapil Bantul Dapat Tambahan 5.000 Keping Blangko e-KTP dari Pemerintah Pusat

Disdukcapi Bantul mendapatkan tambaan 5.000 keping blangko e-KTP dari pemerintah pusat, per Kamis (14/12/2023)

Tribun Jogja/ Neti Istimewa Rukmana
Kepala Disdukcapil Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, menunjukkan blangko e-KTP di kantor dinasnya, Kamis (14/12/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul mendapatkan tambahan bangko e-KTP.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengatakan per Kamis (14/13/2023), pihaknya mendapatkan 5.000 keping blangko e-KTP dari pemerintah pusat.

"Sedangkan stok kami ada 1.200 keping e-KTP. Jadi, sekarang balngko e-KTP di Bantul ada 6.200 keping," kata Bambang kepada awak media di kantor dinasnya.

Adapun rata-rata kebutuhan blangko e-KTP per hari di Kabupaten Bantul berada di angka 250-300 keping.

Disampaikannya, permohonan pembuatan e-KTP itu terjadi karena beberapa faktor.

Satu di antaranya dikarenakan ada orang yang baru menginjak usia 17 tahun, sehingga membutuhkan blangko e-KTP karena harus sudah memiliki KTP.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa jumlah e-KTP yang ada pada saat ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Bumi Projotamansari hingga akhir tahun.

"Sementara, untuk data rekam KTP kita sudah 99,9 persen. Jadi, hanya tinggal 3.000 anak wajib KTP pemula yang belum rekam," tutur dia.

Kini, pihaknya terus menggencarkan proses rekam wajib KTP pemula dengan jemput bola atau datang ke setiap SMA/SMK/MA negeri maupun swasta di Kabupaten Bantul. 

Hal itu juga dilakukan untuk memberikan kemudahan kepada orang wajib KTP pemula yang turut serta mengikuti pelaksanaan Pemilu 2024.

"Mudah-mudahan nanti bisa 100 persen kami kejar (rekam wajib KTP pemula) sampai 14 Februari 2023)," urai dia.

"Tapi, rekam KTP tidak bisa berjalan kalau dari anak-anak (yang akan atau baru menginjak usia 17 tahun pada 2024) tidak sadar untuk melakukan rekam KTP," imbuh Bambang. 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa, pada saat ini masih ada anak-anak yang belum mengetahui akan manfaat e-KTP. 

"Anak-anak milenial mungkin juga belum ngerti manfaatnya. Padahal kalau tidak punya KTP kan, anak itu tidak bisa punya SIM. Jadi kami juga berupaya terus memberikan edukasi kepada anak-anak soal manfaat dan penggunaan e-KTP," katanya. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved