Jokowi Dinobatkan Jadi Alumnus UGM Paling Memalukan Versi BEM KM, Ini Alasannya

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM menganugerahi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai alumnus paling memalukan, Jumat (8/12/20

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Azka Ramadhan
Penyerahan sertifikat alumni UGM paling memalukan dari BEM KM untuk Presiden Jokowi, di Bundaran UGM, Yogyakarta, Jumat (8/12/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM menganugerahi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai alumnus paling memalukan, Jumat (8/12/2023).

Penganugerahan tersebut, dilakukan selepas agenda diskusi publik dan mimbar bebas bertajuk 'Indonesia Darurat Demokrasi', di Bundaran UGM, Yogyakarta.

Anugerah yang disertai dengan sertifikat dari BEM KM UGM itu, diterima secara langsung oleh salah seorang perwakilan mahasiswa, yang tampak mengenakan topeng menyerupai wajah orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Baca juga: Polresta Sleman Siapkan Tim Urai Antisipasi Kepadatan Lalulintas saat Libur Nataru 2023-2024

Selanjutnya, sertifikat disertai sebendel berkas kajian strategis terkait kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi yang dinilai tidak pro rakyat, bakal dikirimkan ke Istana Kepresidenan.

"Tidak ada momentum yang lebih tepat dibandingkan sekarang, untuk menobatkan beliau sebagai alumnus UGM paling memalukan," ujar Ketua BEM KM UGM, Gielbran M Noor, disambut tepuk tangan ratusan mahasiswa lainnya.

Gielbran menyatakan, anugerah alumnus UGM paling memalukan ini merupakan wujud kekecewaan dan kemarahan mahasiswa terhadap Jokowi yang dianggap tidak bisa berbuat banyak selama berkuasa.

Menurutnya, sepanjang dua periode memimpin pemerintahan tanah air, Jokowi gagal menyelesaikan deretan permasalahan fundamental.

"Sudah hampir dua periode Pak Jokowi memimpin, tapi kenyataannya masih banyak sekali permasalahan fundamental yang belum terselesaikan. Padahal, beliau punya cukup banyak waktu menyelesaikan masalah-masalah itu," tandasnya.

Menurutnya, terdapat tiga indikator yang membuat Jokowi layak menyandang predikat sebagai alumnus paling memalukan versi BEM KM UGM.

Yakni, anjloknya indeks demokrasi sepanjang masa kepemimpinannya, bobroknya konstitusi, serta indikasi upaya-upaya Jokowi dalam menghidupkan sebuah dinasti politik di Indoneisa.

"Ketiga hal itu membuat Jokowi sangat pantas dinobatkan sebagai alumnus paling memalukan, karena tidak membawa nilai-nilai sebagai alumnus UGM yang seharusnya," tegasnya.

Sebagai informasi, diskusi publik dan mimbar bebas bertajuk 'Indonesia Darurat Demokrasi' turut menghadirkan aktivis HAM Haris Azhar dan Fatia Mauildiyanti, serta pegiat anti koripsi Zainal Arifin Mochtar. (aka)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved