Berita Pendidikan Hari Ini
Ekstrak Tanaman Songgolangit Bawa Tim PKM UAD Raih Medali Emas Pimnas ke-36
Empat mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil mengembangkan ekstrak tanaman songgolangit sebagai ramuan yang memperbaiki
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Empat mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil mengembangkan ekstrak tanaman songgolangit sebagai ramuan yang memperbaiki paru-paru dan pankreas bagi perokok aktif.
Ramuan ekstrak tanaman Songgolangit ini diklaim sebagai obat para perokok yang ingin berhenti merokok selamanya.
Atas pengembangan ini empat mahasiswi UAD ini berhasil menyabet medali emas diajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-36 yang digelar di Universitas Padjajaran Bandung pekan terakhir November 2023.
Baca juga: Jelang Penutupan Pendaftaran, Peserta Kebumen Beach Half Marathon 2023 Capai 1.943 Orang
Ketua Tim PKM Riset Ekstrak (RE) UAD Aulia Syafadilla Azail, mengatakan persiapan untuk mengembangkan ekstrak tanaman Songgolangit sudah sejak beberapa bulan lalu.
Ia bersama tiga teman lain yakni Diah Kartika Wardani, Prodi Biologi angkatan 2021, Intan Faya Nurazizah, Prodi Biologi angaktan 2021, dan Annisa Nurrohiim, Prodi Biologi angkatan 2020 merasa khawatir sebab presentase perokok aktif di Indonesia setiap tahun selalu naik.
Melalui penelitian berjudul Studi In Vivo Potensi Flavonoid Ekstrak Songgolangit (Tridax Procumbens L) Sebagai Bentuk Protektif Radikal Bebas Pada Saluran Pernapasan Perokok, ia dibantu dosen pendamping Haris Setiawan kemudian memulai proyek tersebut.
"Ekstrak Songgolangit ini bisa mengurangi dampak perokok aktif, sangat bermanfaat untuk perokok," kata Dilla kepada awak media, Selasa (5/12/2023).
Dalam proses penelitian itu Dilla dan rekannya menggunakan pelarut etanol untuk mengambil flavonoid tanaman Songgolangit saat proses maserasi.
Sementara tanaman Songgolangit diambil dibeberapa tempat yang tumbuh liar dipekarangan.
Proses berikutnya yakni memilah daun Songgolangit yang bagus kemudian dicuci bersih menggunakan air.
"Selanjutnya kami keringkanan dengan alat khusus. Setelah itu kami diamkan dua sampai tiga hari. Berikutnya tanaman itu diblender halus kemudian disaring. Ekstrak Songgolangit kering ini lalu direndam etanol," terang dia.
Penelitian dilatarbelakangi tingginya jumlah perokok di Indonesia setiap tahunnya.
Dilla juga ingin memanfaatkan tanaman Songgolangit yang selama ini dianggap sebagai Gulma.
Berhubung ini masih uji praklinis, sementara produk ekstrak Songgolangit masih berupa serbuk.
"Produknya masih serbuk dulu. Nanti jika sudah siap akan dijadikan cairan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Tim-PKM-UAD-bersama-Rektor-UAD-pamerkan-tanaman.jpg)