Kisah Gunung Marapi, Mirip dengan Gunung Whakaari di Selandia Baru, Erupsi Saat Ada Pendaki

Apa yang terjadi di Gunung Marapi hampir sama dengan yang terjadi di Gunung Whakaari, Selandia Baru. Kala itu, masih ada orang ketika gunung erupsi

Dokumentasi PVMBG
Gunung Marapi di Sumatera Barat meletus, Minggu (3/12/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Marapi erupsi pada Minggu (3/12/2023) sekitar pukul 14:53 WIB. Mengutip Kompas.com, ketinggian kolom abu tidak teramati karena tertutup awan.

Gunung yang terletak di Sumatera Barat (Sumbar) itu ternyata meletus di kala 75 orang sedang mendaki pada hari itu.

Berdasarkan data dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Padang, 75 pendaki itu kemudian terjebak saat Gunung Marapi erupsi.

Data terbaru, Senin (4/12/2023) pukul 07:10 WIB, Kantor SAR Kota Padang mencatat ada 11 orang pendaki yang dilaporkan meninggal dunia.

Apa yang terjadi di Gunung Marapi, dengan banyaknya pendaki terjebak saat erupsi hampir mirip dengan kejadian di Gunung Whakaari, Selandia Baru.

Gunung Whaakari atau White Island merupakan sebuah pulau gunung berapi berbentuk kerucut andesit yang masih aktif.

Baca juga: FAKTA-FAKTA Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali APG Senin 4 Desember 2023 Sore, Ini Kata BPPTKG

Gunung itu terletak di sebelah timur Pulau Utara, Selandia Baru.

Letusan yang cukup mengagetkan publik ada 9 Desember 2019.

Kala itu, banyak orang yang percaya, Gunung Whaakari tidak akan meletus ketika ada orang yang mengunjunginya.

Gunung Whakaari memang tidak seperti Gunung Marapi dimana orang harus mendaki untuk mencapai puncak.

Orang yang berkunjung ke sana pasti bertujuan untuk wisata alam, bukan pendakian lantaran bentuk Gunung Whakaari adalah landai, bukan berbukit.

Sebuah gunung api di Selandia Baru meletus tiba-tiba, setidaknya lima orang tewas
Sebuah gunung api di Selandia Baru meletus tiba-tiba, setidaknya lima orang tewas (NPR)

Saat meletus sekitar pukul 08:11 WIB, gumpalan abu vulkanik Gunung Whakaari dilaporkan naik hingga mencapai ketinggian 3.700 meter di atas permukaan laut.

Beberapa sumber menyebutkan ada sekitar 100 orang wisatawan yang sedang berada di atau di dekat pulau ketika letusan terjadi.

Laporan selanjutnya menyebutkan jumlah yang lebih rendah, yaitu sekitar 50 orang yang berada di pulau itu ketika letusan terjadi, di antaranya adalah 24 warga negara Australia.

Beberapa orang di pulau itu pada saat letusan adalah penumpang di kapal pesiar Ovation of the Seas yang sempat berlabuh di Tauranga pada pagi harinya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved