Ini Makanan yang Dapat Memicu Radang Usus Buntu
Penyakit usus buntu terjadi akibat infeksi di rongga usus buntu. Akibatnya, bakteri berkembang dengan cepat sehingga membuat usus buntu meradang
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Penyakit usus buntu merupakan peradangan pada usus buntu atau apendiks.
Penyakit usus buntu terjadi akibat infeksi di rongga usus buntu. Akibatnya, bakteri berkembang dengan cepat sehingga membuat usus buntu meradang, bengkak, dan bernanah.
Gejala utama penyakit usus buntu adalah nyeri di perut yang disebut kolik abdomen.
Nyeri tersebut dapat berawal dari pusar, kemudian bergerak kebagian kanan bawah perut. Lokasi nyerinya bisa berbeda-beda, tergantung pada usia pasien dan posisi usus buntu itu sendiri.
Dalam waktu beberapa jam, nyeri akibat penyakit usus buntu bisa bertambah parah, terutama saat bergerak, menarik napas dalam, batuk, atau bersin.
Selain itu, nyeri juga bisa muncul secara mendadak, bahkan saat penderita sedang tidur.
Ada sejumlah faktor yang diduga dapat menyebabkan seseorang mengalami radang usus buntu, yaitu :
1. Hambatan di pintu rongga usus buntu akibat penumpukan feses atau tinja yang mengeras.
2. Penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu karena infeksi di saluran pencernaan atau bagian tubuh lainnya.
3. Penyumbatan rongga usus buntu akibat pertumbuhan parasit di pencernaan, misalnya infeksi cacing kremi atau ascariasis.
4. Kondisi medis tertentu, seperti tumor pada perut atau inflammatory bowel disease.
5. Cedera di perut.
Baca juga: 5 Kiat Begadang yang Sehat
Tidak hanya itu, konsumsi jenis makanan tertentu juga diketahui dapat memicu terjadinya peradangan pada usus buntu.
Beberapa Makanan Penyebab Usus Buntu adalah :
1. Produk Olahan Daging
Produk olahan daging seperti nuget, sosis, hingga bakso kerap disebut sebagai makanan yang menyebabkan usus buntu.
Ketiga jenis makanan olahan daging tersebut ditengarai menjadi makanan penyebab usus buntu oleh karena kandungan seratnya yang dinilai rendah.
Sebagaimana diketahui, serat adalah zat yang dibutuhkan oleh sistem pencernaan agar dapat berfungsi dengan baik. Akibat kekurangan serat, organ pencernaan akan mengalami masalah yang bisa saja berujung pada kondisi usus buntu.
2. Buah kering
Buah kering adalah jenis makanan yang kandungan seratnya sangat minim sehingga jika Anda mengonsumsinya secara sering, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan organ pada sistem pencernaan.
Tidak ada salahnya untuk mengonsumsi buah kering, namun batasi konsumsinya dan imbangi dengan makan makanan bergizi lainnya terutama yang mengandung banyak serat.
3. Biji-bijian
Biji-bijian seperti biji gandum maupun yang lainnya tergolong ke dalam jenis makanan yang sulit untuk dicerna oleh usus.
Saat makanan sulit dicerna, otomatis makanan tersebut akan mengendap di dalam usus.
Jika terus menerus dibiarkan hingga menumpuk, makanan yang mengendap dan semakin mengeras tersebut akan menutupi rongga yang ada pada usus buntu dan dapat menimbulkan peradangan.
4. Daging merah
Para peneliti di India menemukan suatu kasus di mana seorang wanita berusia 38 tahun didiagnosis menderita penyakit usus buntu akibat terkontaminasi cacing pita dari spesies Taenia atau biasa dikenal sebagai ‘cacing pita sapi’ oleh karena umumnya hidup di dalam tubuh sapi.
Oleh karena itu, sebaiknya bersihkan daging terlebih dahulu kemudian masak sampai benar-benar matang sebelum Anda mengonsumsinya.
5. Makanan pedas
Faktanya, makanan pedas juga tidak secara langsung menyebabkan seseorang mengalami penyakit usus buntu.
Mengonsumsi makanan pedas memang menimbulkan gejala-gejala yang terasa di sekitar area perut seperti perut sakit, mulas, dan sebagainya.
Gejala-gejala tersebutlah yang kerap kali disalah artikan sebagai gejala usus buntu.
Maka dai itu, periksalah ke dokter apabila sehabis mengonsumsi makanan pedas mengalami sakit perut yang sangat mengganggu.
6. Makanan mengandung pemanis buatan
Makanan mengandung gula jika dikonsumsi secara berlebihan juga bukan tidak mungkin dapat menyebabkan peradangan pada usus yang bisa berujung pada penyakit usus buntu.
7. Fast food
Fast food atau makanan cepat saji juga perlu dibatasi konsumsinya karena jenis makanan ini juga termasuk ke dalam jenis makanan penyebab usus buntu secara tidak langsung.
Komposisi fast food seperti burger dan hotdog yang cenderung kaya akan lemak dan minim serat menjadi alasan mengapa mengonsumsinya terlalu sering dapat berdampak buruk terhadap sistem pencernaan yang pada akhirnya bisa meningkatkan risiko penyakit usus buntu.
8. Minuman beralkohol
Minuman mengandung alkohol juga secara tidak langsung bisa meningkatkan risiko penyakit usus buntu.
Sifat keras yang dimiliki minuman beralkohol disebut-sebut dapat melukai usus dan lama-kelamaan bisa menyebabkan usus mengalami peradangan yang berujung pada penyakit usus buntu.
9. Produk olahan susu
Produk olahan susu cenderung lebih sulit untuk dicerna oleh usus.
Jika Anda mengonsumsinya secara terus-menerus tanpa mengimbangi dengan konsumsi makanan berserat, yang terjadi adalah menumpuknya sisa makanan tersebut di dalam usus.
Selanjutnya tumpukan makanan tersebut dapat menyebabkan peradangan pada usus yang bisa menjalar sampai ke usus buntu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/inilah-fungsi-usus-buntu-yang-perlu-kamu-tahu.jpg)