Eko Suwanto Dorong Pemda DIY Optimalkan Program Pendampingan UMKM
Kalangan legislatif mendorong Pemda DIY mengoptimalkan pendampingan untuk para pelaku UMKM dan seniman-seniman tradisional
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan legislatif mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengoptimalkan pendampingan untuk para pelaku UMKM dan seniman-seniman tradisional.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengungkapkan Yogyakarta penuh dengan potensi ekonomi, terutama aspek UMKM, kesenian dan kuliner yang bisa jadi sumber penghidupan masyarakat.
Pihaknya pun berusaha memberikan dukungan melalui gelaran Malam Gegap Gempita Budaya yang bergulir di Jalan Surami, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogya, Minggu (3/12/2023) malam.
Dalam event tersebut, ditampilkan deretan potensi wilayah, mulai dari musik kontemporer, gamelan, wayang, video mapping dan beragam kuliner.
"Maka, untuk mendorong lapangan kerja yang lebih luas, Pemda DIY harus memberikan fasilitasi dan dukungan secara konkret," tandasnya.
"Baik untuk UMKM kuliner maupun seniman musik tradisional, agar produk-produk kebudayaan itu bisa memberikan kesejahteraan dari aspek ekonomi," tambah Eko.
Menariknya, beberapa pelaku kuliner yang ditampilkan dalam Malam Gegap Gempita Budaya merupakan UMKM binaan Pemda DIY, yang sebelumnya sudah menjalani proses pelatihan.
Baca juga: Sri Sultan HB X Tanggapi Penyataan Ade Armando Soal Politik Dinasti di DIY
Ia pun menyebut, para pelaku UMKM dan seniman yang ambil bagian seluruhnya berasal dari kawasan Mantrijeron dan sekitarnya.
"Ada 12 lebih UMKM yang dilibatkan dalam kegiatan malam ini, ada beragam kuliner. Ini partisipasi warga masyarakat, kemudian dapat dukungan dari DPRD dan Pemda DIY," cetusnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menyebut, potensi yang dimiliki kampung-kampung di Kota Yogyakarta harus konsisten dimunculkan.
Dengan begitu, sektor pariwisata pun bisa ikut terdongkrak, yang dampaknya sekaligus meningkatkan perekonomian warga masyarakat.
"Kalau setiap kampung bisa konsisten menampilkan atraksi-atraksi dan potensinya, dapat dibayangkan, ya, akan dahsyat kekuatan ekonomi Yogyakarta," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM kuliner, Yuni, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan dan pendampingan dari Pemda DIY, yang diikutinya selama 32 hari.
Bagaimana tidak, deretan makanan ringan dan nasi kotak yang dijajakannya, saat ini ramai pembeli, serta rutin mendapat pesanan dari berbagai kalangan.
"Sekarang saya tambah jualan rebus-rebusan sama aneka gorengan. Pesanan-pesanan yang masuk lumayan. Sangat membantu sekali pelatihan dan pendampingannya," ucapnya. (aka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Eko-Suwanto-Dorong-Pemda-DIY-Optimalkan-Program-Pendampingan-UMKM.jpg)