Berita Kulon Progo Hari Ini

BPS Kulon Progo Targetkan 46 Desa Cantik di 2024

Badan Pusat Statistik (BPS) Kulon Progo gencar melakukan sosialisasi program Desa Cinta Statistik alias Desa Cantik. Program ini merupakan besutan

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Alexander Ermando
Kegiatan sosialisasi Program Desa Cantik oleh BPS Kulon Progo di Balai Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih, Selasa (28/11/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kulon Progo gencar melakukan sosialisasi program Desa Cinta Statistik alias Desa Cantik. Program ini merupakan besutan dari BPS RI.

Kepala BPS Kulon Progo, Sumarwiyanto mengatakan ada target terkait pembentukan Desa Cantik di Kulon Progo.

"Sudah ada rencana agar nantinya ada 46 Desa Cantik di Kulon Progo pada 2024 mendatang," katanya pada Selasa (28/11/2023).

Baca juga: JNE 33 Tahun Gelorakan Gasss Terus Semangatnya

Menurut Sumarwiyanto, pihaknya bersinergi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulon Progo untuk program Desa Cantik.

Saat ini, sudah ada 3 kalurahan yang berstatus sebagai Desa Cantik.

Ia mengatakan ada berbagai manfaat yang didapat dari Desa Cantik ini.

Secara umum, tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan literasi dan kesadaran tentang statistik di desa atau kalurahan.

"Selain itu kalurahan didorong untuk bisa membentuk agen statistik hingga bagaimana mengelola data agar bisa memenuhi prinsip statistik," jelas Sumarwiyanto.

Lewat program Desa Cantik ini, diharapkan pemerintah kalurahan memiliki kemampuan dalam mengelola data.

Kemampuan ini pun juga akan membantu BPS dalam melaksanakan tugas terkait statistik.

Salah satu kegiatan sosialisasi yang dilakukan hari ini adalah di Balai Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih.

Sumarwiyanto mengatakan pihaknya juga akan terus menguatkan komunikasi dengan kalurahan.

"Komunikasi tetap kami jalin untuk evaluasi dan penyempurnaan Desa Cantik," ujarnya.

Carik Margosari, Yuda Nurhidayat Prabawa merasakan banyak manfaat dari Program Desa Cantik yang diusung BPS.

Apalagi selama ini, pihaknya belum memiliki standar pengelolaan data yang ideal.

Menurutnya, ilmu soal pengelolaan data yang diterima dari sosialisasi akan sangat membantu dalam pelaksanaan program kegiatan kalurahan.

Khususnya yang berkaitan dengan masyarakat.

"Program-program yang kami rencanakan nantinya bisa lebih tepat sasaran," kata Yuda. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved