Triumph T5 dengan Kombo Teleskopik dan Spring Wheels, Jadi Motor Ternyaman di Eranya
Peminat motor bergaya retro semakin banyak, termasuk di Indonesia. Para pecinta motor banyak yang berburu harta karun mencari sepeda motor tua, atau
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peminat motor bergaya retro semakin banyak, termasuk di Indonesia.
Para pecinta motor banyak yang berburu harta karun mencari sepeda motor tua, atau bahkan menyulap motor keluaran baru menjadi bertampang klasik.
Salah satu brand motor yang sudah melegenda adalah Triumph.
Meski saat ini Triumph masih mengeluarkan produk baru mereka, namun masih banyak pecinta otomotif yang berburu Triumph keluaran lama.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga JBT Gelar Festival Flora untuk Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa
Salah satunya, adalah Michael, seorang artis tato Bali, yang merasa beruntung mendapatkan Triumph T5 speed twin 500 cc.
Ini adalah kali keduanya Michael merawat Triumph, sebelumnya ia memiliki seri T120 dan sempat juga merasakan mengendarai Harley-Davidson Ironhead keluaran tahun 72.
Karena ia bekerja di ranah seni, ia merasa lebih cocok untuk mengendarai sepeda motor asal Inggris ini.
Setelah sempat membandingkan Triumph dengan HD, di penilaian subjektifnya, ia merasa Triumph lebih humble.
Misalnya saat melintas di jalan-jalan, orang akan sadar jika itu adalah HD, sementara Triumph, hanya segilintir orang saja yang mengetahuinya atau bahasa kekiniannya adalah ‘yang tau-tau aja’.
“Ketika melihat motor triumph dan saya pelajari lebih jauh lagi, suka sama sejarahnya dan desainya. Melihat mesin dan part-nya penuh dengan desain dan longlast. Meski ada triumph baru, tapi roots desain mereka tetap dipertahankan,” katanya.
Saat pertama mendapatkan motor ini, mesinnya dalam keadaan jebol dan harus direstorasi.
Ia pun mempercayakan untuk menghidupkan kembali kuda besi ini di Christoph Cycle, bengkel modifikasi yang berada di Sewon, Bantul. Ia pun tak neko-neko dalam membangun kembali motor ini, yang penting bisa jalan.
“Bagi saya, yang penting mesin sehat. Kebetulan juga dapat part sesuai tahun dan katalognya,” ungkapnya.
Sementara itu, Krisna, admin dari Christoph Cycle mengungkapkan, motor Triumph T5 speed twin kelahiran tahun 1950 ini memiliki mesin kembar vertikal 500cc OHV dengan empat percepatan.
Istimewanya dari seri ini adalah sudah dilengkapi dengan shock depan teleskopik dan semakin nyaman dengan kehadiran tromol spring wheels.
Hal ini membuat Triumph T5 ini paling berbeda dibandingkan motor-motor keluaran pabrikan lain di eranya.
“Dengan spesifikasi tersebut feeling berkendara untuk motor era itu sudah cukup stabil untuk melibas jalan yang kasar. Dengan teleskopik di depan dan spring wheels di belakang, Triumph jadi lebih empuk,” ungkapnya.
Sementara terkait restorasi yang dilakukan, Krisna mengungkapkan motor tersebut datang dengan kondisi crankcase pecah.
Dengan kondisi tersebut, membuatnya harus melakukan penggantian mesin. Namun demikian, pihaknya tetap menggunakan mesin dari seri yang sama.
“Saat ini kita jadi mudah mencari mesin karena dibantu media sosial dan e commerce. Mau import mesin dari luar negeri pun lebih mudah,” tuturnya.
Kesulitan justru pada saat builder harus melengkapi body motor. Menurutnya, mencari part-part body motor, terkhusus motor tua jauh lebih susah dibandingkan mencari mesin itu sendiri.
Terlebih jika builder tersebut mencari part yang sesuai seri tahun atau katalognya. Karena kesulitan tersebut, ia menilai harga body justru cenderung lebih mahal dari pada harga mesinnya.
“Beruntungnya, motor Triumph T5 ini lengkap, satu era semua dari tangki, lampu, body hingga kaki-kaki. Sehingga kita cukup merestorasi yang memakan waktu tiga bulan, dan motor sudah siap,” tandasnya. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Motor-triumph-t5-111123.jpg)