Puisi Goenawan Mohamad

Puisi Berlin Goenawan Mohamad: Berlin berteriak dalam bengis sirene Kau tersentak:

Puisi Berlin Goenawan Mohamad: Berlin berteriak dalam bengis sirene Kau tersentak:

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Yudha Kristiawan
zoom-inlihat foto Puisi Berlin Goenawan Mohamad: Berlin berteriak  dalam bengis sirene  Kau tersentak:
TRIBUNJOGJA.COM
Goenawan Mohamad. Puisi Berlin Goenawan Mohamad: Berlin berteriak dalam bengis sirene Kau tersentak:

Puisi Berlin Goenawan Mohamad

BERLIN, 1993

Berlin berteriak

dalam bengis sirene

Kau tersentak:

“Jangan tinggalkan aku di Friedrichstrasse”

 

Kucium pelupukmu, kelopak yang gelap

di kaca etalase:

Kenapa luka itu tak pernah nampak

seusai berita dan parade?

 

Pohon-pohon linden sebelum Mei

seperti rangka, seperti berdiri,

nyeri, di kamp tahun ‘42

pagi hari.

 

Kulihat rautmu yang turki,

rambutmu yahudi

Berlinmu yang lain,

setelah aku pergi

 

Aku pun bertanya, bisakah kita berlindung

pada senja yang tak memihak,

pada malam sejenak,

dan metamorfose?

 

Berlin hanya berteriak

hanya berteriak

dalam serak

dan bengis sirine.

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved