Berita Pendidikan Hari Ini

Gelar ISC, UIN Sunan Kalijaga Bahas Keuangan Digital hingga Kejahatan Siber

FEBI UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan the 4th International Short Course (ISC) bertajuk Islamic Digital Finance, Cybersecurity, and Data Protection

|
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan the 4th International Short Course (ISC) bertajuk Islamic Digital Finance, Cybersecurity, and Data Protection. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan the 4th International Short Course (ISC) bertajuk Islamic Digital Finance, Cybersecurity, and Data Protection. 

Ketua ISC 2023, Achmad Nurdany, S.E., S.EI., M.EK., mengatakan ISC merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga

Agenda internasional tersebut diikuti oleh peserta dari mancanegara, seperti Afganistan, Bangladesh, Brunei Darussalam, Mesir, India, Malaysia, Pakistan, Tanzania, Amerika Serikat, Inggris, dan lainnya. 

"Ini juga sebagai komitmen untuk selalu mengembangkan mutu pendidikan di tingkat Internasional," katanya melalui keterangan tertulis, Selasa (24/10/2023). 

Dekan FEBI UIN Sunan Kalijaga , Dr. Afdawaiza menerangkan keamanan siber hingga perlindungan data pribadi memang sedang ramai diperbincangkan hingga skala global. 

"Dengan meningkatnya tren literasi digital, harapannya pembahasan ini turut membantu pengurangan risiko tinggi terkait kejahatan siber , seperti phishing, pencurian data, dan pelanggaran keuangan lainnya, sehingga dengan semakin canggihnya transaksi digital tetap dapat dilakukan dengan rasa aman dan nyaman," terangnya. 

Hadir pula Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Regional, Titik Anas, SE., M.Econ.Dev., Ph.D.

Pada kesempatan tersebut, ia menyebut kondisi perekonomian Indonesia saat ini merupakan hasil pengalaman masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 yang memaksa seluruh transaksi bisnis dilakukan secara terbatas. 

"Masyarakat Indonesia harus terbiasa menggunakan internet sebagai alternatif solusi dalam menjalankan aktivitas transaksi agar tetap mampu bertahan di tengah krisis yang terjadi. Sehingga harapannya pertemuan ini dapat mengakselerasi perkembangan ke arah digital di berbagai sektor. Tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga pada segala sektor lainnya di tiap negara khususnya Indonesia," ujarnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved