Puisi Goenawan Mohamad

Puisi Di Pasar Loak Goenawan Mohamad: Di pasar loak jejak timpa menimpa menghapus kau dan aku

Puisi Di Pasar Loak Goenawan Mohamad: Di pasar loak jejak timpa menimpa menghapus kau dan aku

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Yudha Kristiawan
zoom-inlihat foto Puisi Di Pasar Loak Goenawan Mohamad: Di pasar loak jejak timpa menimpa menghapus kau dan aku
net via easystudyschool
Goenawan Mohamad. Puisi Di Pasar Loak Goenawan Mohamad: Di pasar loak jejak timpa menimpa menghapus kau dan aku

Puisi Di Pasar Loak Goenawan Mohamad


Di pasar loak jejak timpa menimpa, menghapus kau dan aku,

mengingat kau mengingat aku

Pengalaman adalah karpet tua, anakku, pompa-pompa,

gambar burak, gambar yesus, kamus-kamus, gaun malam dan

hordin panjang, di mana dulu ada sebuah rumah, di mana kita

tak ada, kita tak punya, di mana seekor parkit mungkin

mencoba bernyanyi, mencoba menyanyi, dan seseorang tutup

pintu, dengar, papa, aku tak kembali, tak akan kembali

 

Kenangan adalah seperti manik-manik yang ditawarkan peniup

harmonika itu: butir-butir putih yang teruntai, tak berkait,

sebuah montase, sederet huruf morse, Selamatkan Kami,

Selamatkan Kami, Kami Tenggelam, percintaan yang tak ingin

jadi hantu dalam mimpi malam.

 

Perpisahan adalah sebuah isyarat kematian, orang tua penjual

kaca itu berkata dan bertanya, siapa kita sebenarnya, mengapa

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved