Selokan Mataram

Kenapa Selokan Mataram Dikeringkan? Ternyata Ini Alasan Lengkapnya

Kenapa Selokan Mataram Dikeringkan? Tidak heran, Selokan Mataram yang dulunya punya air melimpah, kini terlihat kering. Berikut sejumlah faktanya

Tayang:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari
Selokan Mataram 

TRIBUNJOGJA.COM - Tribunners, tahukah Anda kalau Selokan Mataram kini sedang ditutup total?

Tidak heran, Selokan Mataram yang dulunya punya air melimpah, kini terlihat kering.

Sebenarnya, apa alasan Selokan Mataram dikeringkan?

Berikut sejumlah faktanya dihimpun tim Tribunjogja.com:

Pondasi lantai Selokan Mataram di Kadipiro, Margodadi, Seyegan yang jebol dikeringkan dan diperbaiki.
Pondasi lantai Selokan Mataram di Kadipiro, Margodadi, Seyegan yang jebol dikeringkan dan diperbaiki. (Dok. Istimewa)

1. Selokan Mataram ditutup total 1-31 Oktober 2023

Pematian air selama satu bulan ini dilakukan untuk membuat bangunan ukur di depan saluran induk pintu air yang baru dibangun di wilayah Bligo, Magelang.

Disamping itu juga untuk pemeliharaan, termasuk pengerukan sedimentasi atau pengendapan.

2. Hasil penawaran masyarakat

Ahli Madya Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu -Opak (BBWSSO), Rr. Vicky Ariyanti mengungkapkan, pematian air Selokan Mataram tahun 2023 ini semula direncanakan dua bulan, yakni bulan September-Oktober.

Namun, terjadi penawaran di masyarakat dan sekarang telah disepakati Selokan Mataram dikeringkan tanggal 1 hingga 31 Oktober. 

"Tujuannya untuk pengerjaan bangunan ukur di saluran induk. Itu memang bangunan baru, sebelumnya belum pernah ada, dan kami memasang pintu baru untuk adaptasi cagar budaya," kata Vicky, disela rapat koordinasi penutupan Selokan Mataram di Pemkab Sleman, Senin (25/9/2023). 

Baca juga: Tanggul Jebol, Saluran Air Selokan Mataram Kembali Ditutup, Bakal Dibuka 1 November 2023 

3. Spesifikasi bangunan ukur

Bangunan ukur ini akan dibangun 25 meter di depan pintu air selokan Mataram, yang baru dibangun di Desa Bligo, Kabupaten Magelang, tepatnya di intake Selokan Van Der Wicjk.

Pembangunannya memakai beton yang minimal membutuhkan waktu 28 hari.

Pihaknya mengaku akan berusaha mempercepat proses pembangunan itu dengan cara penggunaan zat adiktif yang diestimasikan paling cepat 3 pekan.

Namun, untuk saat ini penutupan ditetapkan selama sebulan. Waktu tersebut mulai dari persiapan, pengerukan dan pembangunan tanggul bagian kanan dan kini untuk proses pengerjaan bangunan ukur.

4. Bangunan ukur penting

Menurut Vicky, keberadaan pintu air dan bangunan ukur di Selokan induk Mataram ini sangat penting. Sebab, fungsi alokasi air di saluran sepanjang 30,8 kilometer ini akan menjadi lebih efektif.

Selama ini apabila ingin mematikan air Selokan Mataram harus dilakukan dari intake atau struktur hulu di Bendung Karangtalun.

Hal tersebut dirasa terlalu jauh. Selain juga kurang efektif karena ketika Selokan Mataram dimatikan maka aliran air yang mengalir ke Selokan Van Der Wijck juga akan terdampak mati.

Kini dengan dibangun pintu air maka alokasinya dinilai lebih efektif. Kontrol terhadap Selokan Mataram dan Selokan Van Der Wicjk bisa diatur. 

"Sekarang kalau misalnya nanti mau pemeliharaan lagi dari saluran Mataram, yang di Van Der Wijck masih bisa nyala (airnya). Terus nanti kalau misalnya kebalikannya, yang dibutuhkan mati yang di Van Der Wijck, maka saluran Mataram masih bisa nyala gitu. Jadi tidak mati dari intake semuanya," terang dia. 

5. Pengerukan pengendapan

Penutupan air sebulan ini juga dimanfaatkan untuk pengerukan sedimentasi atau pengendapan akibat pembangunan tiang jalan tol yang berada di samping jalan inspeksi.

Pihak jalan tol disebut telah menyanggupi untuk mengeruk sedimentasi  tersebut.

Bukan hanya Selokan Mataram, pengeringan sebulan juga berlaku untuk Selokan Van Der Wicjk.

Namun, pengeringan aliran air yang mengalir ke Tempel, Moyudan hingga Sedayu ini dilakukan atas kesepakatan pengguna air.

Selama pengeringan dua Selokan itu akan digunakan untuk proses pemeliharaan pekerjaan rehabilitasi yang telah dilakukan sejak tahun lalu. 

"Jadi memang ada beberapa item pekerjaannya yang dilaksanakan," katanya.

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved