Berita Jogja Hari Ini
Wujudkan Jogja Smart Province, Disperindag DIY Genjot Digitalisasi Pembayaran
Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY terus mengoptimalkan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran digitalisasi bagi pedagang dan UMKM.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY terus mengoptimalkan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran digitalisasi bagi pedagang dan UMKM.
Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan digitalisasi pembayaran memang diperlukan. Apalagi saat ini sudah banyak masyarakat yang sudah tidak menggunakan uang tunai.
"Arahnya Pemda DIY kan menjadi smart province, salah satunya adalah dengan digitalisasi pembayaran. Karena memang digitalisasi pembayaran ini diperlukan, sudah banyak yang nggak pakai tunai," katanya, Jumat (20/10/2023).
Baca juga: Ratusan Hektare Lahan Padi di Sleman Terancam Puso, Air Selokan Van Der Wijck Diharapkan Dialirkan
Untuk itu, pihaknya bakal menyisir pedagang yang belum menggunakan QRIS untuk bisa memanfaatkan metode pembayaran tersebut.
Terlebih QRIS juga memiliki banyak manfaat bagi pedagang, tidak perlu membawa uang tunai, QRIS juga aman.
"Udah nggak perlu bawa uang banyak. Dan tentunya bisa terhindar dari uang palsu," lanjutnya.
Terpisah, Vice President Bank Mandiri Area DIY, Evi Martiani mengungkapkan Bank Mandiri memfasilitasi kemudahan pembayaran bagi UMKM melalui Livin Merchant.
Bahkan pengguna Livin Merchant DIY menjadi perangkat satu nasional.
"Livin Merchant ini kan memang UMKM. Sangat mudah, nggak ribet, nggak perlu menyiapkan kembalian. Bahkan nggak mengenal hari libur atau tanggal merah. Pembayaran langsung masuk," ungkapnya.
"Bisa dimanfaatkan juga untuk promosi, karena pengguna Livin di Indonesia sudah 50jita, di DIY sudah 100 ribu lebih, dan naik terus. Makanya kami ingin betul-betul membawa UMKM ini bisa go nasional. Dengan connect Livin, masuk ke Livin Merchant otomatis bisa terpromosi juga," sambungnya.
Evi menambahkan Livin Merchant juga berkaitan dengan digitalisasi administrasi. Sehingga pelaku UMKM mendapat informasi stok barang.
"Misal stok awalnya 1.000, yang laku berapa itu akan terlihat di sistem Livin Merchant. Sehingga tahu, perlu nambah stok apa tidak. Jadi Livin Merchant ini untuk digitalisasi administratif juga," imbuhnya. (maw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)