Berita Video

Konten Palsu Hamas Israel Terus Menyebar, Moderasi Media Sosial Dipertanyakan

Konten-konten yang menyesatkan telah menyebar di situs-situs media sosial sejak konflik dimulai, terkadang mencapai jutaan penonton.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Agus Wahyu

TRIBUNJOGJA.COM - Senator AS Michael Bennet pada Selasa (17/10/2023) mencari informasi tentang bagaimana raksasa teknologi Meta, X, TikTok, dan Google berusaha menghentikan penyebaran konten palsu dan menyesatkan tentang konflik Israel-Hamas di platform mereka.

Konten-konten yang menyesatkan telah menyebar di situs-situs media sosial sejak konflik dimulai, terkadang mencapai jutaan penonton, ujar Bennet, anggota parlemen dari Partai Demokrat, dalam surat yang ditujukan kepada para petinggi perusahaan tersebut.

Dilansir dari Reuters, visual dari konflik yang lebih lama, cuplikan video game, dan dokumen yang diubah adalah beberapa di antara konten yang menyesatkan.

Konten-konten itu telah membanjiri platform media sosial sejak Hamas menyerang Israel 7 Oktober lalu.

Dalam banyak kasus, algoritma platform Anda telah memperkuat konten ini, berkontribusi pada siklus kemarahan, keterlibatan, dan penyebaran ulang yang berbahaya, kata Bennet.

Komentar Senator tersebut muncul setelah kepala industri Uni Eropa Thierry Breton mengecam perusahaan-perusahaan tersebut.

Dia menuntut mereka untuk mengambil langkah yang lebih tegas untuk memerangi disinformasi di tengah konflik yang meningkat.

Dalam suratnya, Bennet telah mengajukan serangkaian pertanyaan kepada perusahaan-perusahaan tersebut untuk meminta rincian tentang praktik moderasi konten mereka dan meminta jawaban paling lambat 31 Oktober.

Perusahaan-perusahaan media sosial tersebut telah menguraikan beberapa langkah yang telah mereka ambil dalam beberapa hari terakhir dalam menanggapi konflik tersebut.

Aplikasi video pendek TikTok mengatakan bahwa mereka telah mempekerjakan lebih banyak moderator konten berbahasa Arab dan Ibrani.

Meta, yang memiliki Facebook dan Instagram, mengatakan bahwa mereka telah menghapus atau menandai lebih dari 795.000 konten berbahasa Ibrani atau Arab yang dianggap mengganggu dalam tiga hari pertama sejak serangan Hamas.

X dan YouTube yang dimiliki Google juga mengatakan bahwa mereka telah menghapus konten berbahaya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved