Puisi
Arti dan Makna Puisi Pemberian Tahu Karya Chairil Anwar
Arti dan Makna Puisi Pemberian Tahu Karya Chairil Anwar yang memberikan perasaan tersendiri bagi pembacanya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Chairil Anwar penyair legendaris miliki Indonesia, namanya akan terus hadir dalam dunia sastra.
Selama hidupnya Chairil Anwar telah menghasilkan banyak karya, mulai dari puisi pertamanya yang berjudul Nisan pada tahun 1942.
Hingga akhir hidupnya Chairil Anwar selalu menjalani hari-hari dengan menulis.
Chairil Anwar melalui puisi-puisinya membawa pembaca karyanya kedalam perasaan puisi yang Chairil Anwar tulis.
Salah satu puisi Chairil Anwar yang berjudul 'Pemberian Tahu' yang ditulis pada 1946.
Baca juga: Arti dan Makna Puisi Sia Sia Karya Chairil Anwar
Chairil Anwar dalam puisi ini seolah menceritakan bagaimana seseorang yang telah memilih seseorang yang ia anggap dapat menerima ceritanya, tetapi kedua pasangan ini kini sudah kembali menjadi sepi seperti dalam bait puisi awal Kupilih kau dari yang banyak, tapi sebentar kita sudah dalam sepi lagi terjaring.
Dahulu si 'Aku' pernah begitu mengingkan hubungan itu, kebersamaan mereka tetapi dalam perjalanan si 'Aku' juga tidak sangup untuk menyatukan kehidupan mereka berdua entah perbedaan apa yang membuat mereka tak dapat disatukan lagi.
Melepaskan namun ia tidak benar-benar sanggup akan itu dimana digambarkan pada bait Rasa tak sanggup kau kulepaskan,
Puisi Pemberian Tahu Karya Chairil Anwar
Bukan maksudku mau berbagi nasib,
nasib adalah kesunyian masing-masing.
Kupilih kau dari yang banyak, tapi
sebentar kita sudah dalam sepi lagi terjaring.
Aku pernah ingin benar padamu,
Di malam raya, menjadi kanak-kanak kembali,
Kita berpeluk ciuman tidak jemu,
Rasa tak sanggup kau kulepaskan,
Jangan satukan hidupmu dengan hidupku,
Aku memang tidak bisa lama bersama
Ini juga kutulis di kapal, di laut tidak bernama!
(MG Anggita Pertiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/6-Kumpulan-Puisi-Hari-Pahlawan-Karya-Chairil-Anwar-Salah-Satunya-Persetujuan-dengan-Bung-Karno.jpg)