Berikut Wilayah di DIY yang Akan Memasuki Musim Penghujan Lebih Awal

menurut BMKG, wilayah DIY baru akan memasuki musim penghujan pada akhir Oktober ini.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Hujan mulai mengguyur wilayah Dusun Klegung, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Rabu (18/10/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hujan akhirnya mulai mengguyur wilayah DIY pada Selasa (17/10/2023) sore kemarin.

Wilayah yang mulai diguyur hujan yakni Gunungkidul bagian barat, Kota Yogya dan beberapa kawasan lainnya.

Hujan juga turun pada Rabu (18/10/2023) hari ini. Wilayah yang diguyur hujan yakni Kapanewon Nglipar, Gunungkidul.

Mulai turunnya hujan ini menjadi pertanda wilayah DIY mulai memasuki musim peralihan dari kemarau ke musim penghujan.

Namun meski hujan sudah mulai mengguyur sejumlah daerah, menurut BMKG, wilayah DIY baru akan memasuki musim penghujan pada akhir Oktober ini.

Wilayah yang masuk musim penghujan akan diawali dari kawasan Kulon Progo sisi utara dan Sleman sisi utara.

Prakirawan BMKG YIA Rahmad Tauladani mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan radar cuaca, wilayah DIY baru akan memasuki awal musim penghujan pada minggu keempat bulan Oktober ini.

" Hujan diprediksi akan turun diawali dari wilayah Kulon Progo bagian utara dan Sleman bagian utara,"katanya.

Baca juga: Hujan Ringan Mulai Turun di Sebagian Wilayah Sleman 

Baca juga: Hujan Mulai Guyur Wilayah DIY

Setelah itu, hujan baru akan merata di seluruh wilayah DIY pada November mendatang.

Sementara, puncak musim penghujan di wilayah DIY menurut Rahmad akan terjadi pada Januari hingga awal Februari 2024 mendatang.

Hujan Guyur Katongan

Sementara itu pada Rabu (18/10/2023) siang, hujan mulai mengguyur Dusun Klegung, Kalurahan, Katongan, Kapanewon Nglipar.

Hujan cukup deras mengguyur wilayah itu sekitar pukul 13.30 WIB.

Salah seorang warga, Praskah Muri Ambarwati mengaku hujan yang turun pertama kali di musim ini cukup deras.

" Hujannya cukup deras, sekitar pukul setengah 2 tadi,"ucapnya.

Hujan ini menurut ibu satu anak ini sudah cukup lama dinantikan oleh warga.

" Tentunya cukup menggembirakan, petani bisa mulai bercocok tanam lagi,"imbuhnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved