Travel

Serunya Bermain Sunda Manda atau Engklek di Museum Tosan Aji Purworejo

Permainan tradisional sunda manda merupakan rangkaian gelaran Pameran Temporer Museum Tosan Aji .

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
Keseruan permaianan sunda manda atau engklek yang dihadirkan di acara pameran Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo, Kamis (12/10/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Suasana halaman Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, siang itu tampak berbeda.

Sebab, tampak lebih ramai ketimbang hari biasanya. 

Sekelompok anak Sekolah Dasar (SD) terlihat berkumpul di depan tenda yang terpasang di halaman Museum Tosan Aji .

Mereka tampak bercengkrama sesekali berebut giliran untuk memainkan permainan tradisional sunda manda atau juga dikenal dengan nama engklek . 

Baca juga: Ratusan Siswa MI DI Yogyakarta Bersiap Tampilkan Permainan Tradisional di OASE KIM

Satu per satu bocah SD itu asik melompat-lompat melewati petak-petak yang sudah disiapkan.

Sebelum melompat, mereka harus melempar gaco atau tujuh yang terbuat dari balok kayu ringan. 

Salah satu anak yang mencoba permainan itu adalah Kanza (10). Siswa kelas IV SD Islam 1 Baledono itu mengakui bahwa permainan sunda manda atau engklek rupanya sangat seru.

Bahkan lebih seru ketimbang bermain gadget. 

"Soalnya kalau main gadget kan bosen. Tapi kalau main ini (sunda manda atau engklek) lebih seru karena bisa main bersama teman-temen. Terus walaupun capek tapi rasanya senang dan penasaran karena dari tadi kalah mulu," ucapnya bersemangat, Kamis (12/10/2023). 

Selain anak-anak, permainan tradisional tersebut rupanya juga menarik minat Upik Haryono (55), warga Desa Seren, Kecamatan Gebang yang bertugas di SMPN 39 Kaligesing, Kabupaten Purworejo .

Upik sempat mencoba bermain engklek dalam gelaran yang diinisiasi oleh Museum Tosan Aji

"Ya rasanya seperti kembali ke-40 tahun lalu waktu masih jadi anak-anak dan bermain dengan teman-teman. Mungkin karena usia jadi melemparnya sudah agak kurang tepat. Kalau dulu mungkin sekali aksi bisa langsung menyelesaikan putaran dan dapat sawah atau satu petak yang tidak boleh diinjak pemain lain," ujar Upik. 

Menurut Upik, permainan tradisional saat ini sudah semakin langka dimainkan oleh anak-anak.

Bahkan mungkin tidak banyak anak-anak kecil jaman sekarang yang mengetahui permainan tradisional

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved