RSUP Dr Sardjito Gelar Lomba Standarisasi Layanan Pasien Emergency
Kegiatan ini melombakan penanganan pasien darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh dokter dan perawat emergency.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim Emergency Dr Sardjito Yogyakarta menggelar perlombaan Resuscitation team Competiticion (RTC) antar-rumah sakit untuk memeriahkan 1st Sardjito Hospital Annual Emergency Conference(SHARE).
Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (11/10/2023) di Ruang Bhisma Gedung Diklat Lantai 4 ini diikuti oleh 20 tim yang terdiri dari 19 Rumah Sakit dan FK-KMK UGM.
Kegiatan ini melombakan penanganan pasien darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh dokter dan perawat emergency.
Ketua SHARE RSUP Sardjito, dr. Bowo Adiyanto, M.Sc, Sp.An-TI, Subsp.T.I. (K) mengatakan lomba ini digelar untuk mengoptimalkan SOP di rumah sakit, baik itu dari sisi SDM, prosedur dan sistem sehingga diharapkan ada kesamaan standar dalam menangani pasien dalam kondisi gawat dan darurat.
" Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan ilmu dan ketrampilan yang tidak hanya sebatas kompetensi medis, namun juga leadership, kerja tim dan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat pada situasi gawat dan darurat,"katanya.
Seperti diketahui fungsi utama Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit adalah memberikan pertolongan life saving yang cepat dan tepat guna mencegah kematian/kesakitan yang lebih lanjut.
Upaya peningkatan pelayanan gawat darurat ditujukan untuk menunjang pelayanan dasar, sehingga dapat menanggulangi pasien gawat darurat baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaaan bencana.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 856/MENKES/SK/IX/2009 mengenai Standar Pelaksanaan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit, pasien dalam kasus emergency yang di IGD wajib mendapat pertolongan medis kurang dari 5 menit.
Ketika pasien datang di IGD, harus segera dilakukan triase untuk melihat derajat gawat darurat dan menentukan prioritas penanganan pasien sesuai dengan kasusnya, sehingga pertolongan pada pasien yang benar-benar gawat darurat dapat segera dilakukan.
IGD yang terstandar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik serta memberikan respon time yang lebih cepat.
Baca juga: RSUP Dr Sardjito Bakal Dikembangkan Jadi RS Internasional, Kantongi Lampu Hijau Sri Sultan HB X
Pentingnya penyamaan persepsi, peningkatan kompetensi petugas IGD rumah sakit di seluruh Indonesia sehingga secara mutu dan kualitas kita siap bersaing dengan rumah sakitinternasional yang sebentar lagi akan bermunculan di Indonesia.
“Anggapan bahwa rumah sakit dalam negeri kompetensinya lebih rendah dibandingkan dengan rumah sakit di luar negeri akan bisa kita buktikan melalui penyamaan standariasi kompetensi pada kegiatan sepanjang hari ini “ imbuh Direktur Utama RSUP Sardjito Yogyakarta, dr Eniarti, M.Sc. Sp.KJ, MMR, pada pembukaan kegiatan RTC.
Lebih jauh lagi disampaikan dengan program ini diharapkan ada perbaikan dalam sistem rujukan, mampu menganalisa, melakukan prioritas apakah pasien layak dirujuk atau tidak sesuai dengan kebutuhan dan indikasi pasien.
Juga kedepan akan dikembangkan tidak hanya meningkatkan kompetensi petugas medis, namun juga masyarakat awam, karena yang menemukan korban pertama adalah mereka. Penanganan pre-hospital sangat penting untuk menentukan luaran di rumah sakit.
Kompetisi ini diikuti oleh RSUD Cibinong, RS Pusat Pertamina, RS Bethesda Yogyakarta, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RS Mardi Rahayu Kudus, RSUD Bandung Kiwari, RSUD Wonosari, RSUD dr Soedono Madiun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/RSUP-Dr-Sardjito-Gelar-Lomba-Standarisasi-Layanan-Pasien-Emergency.jpg)