Tips Kesehatan

Penyakit Kulit Kudis: Penyebab, Gejala, Cara Pengobatan, dan Pencegahannya

Penularan kudis sangat mudah terjadi apabila berkontak langsung dengan penderita ataupun berbagai barang yang sama

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
pinterest
Penyakit Kulit Kudis: Penyebab, Gejala, Cara Pengobatan, dan Pencegahannya 

TRIBUNJOGJA.COM - Kudis merupakan penyakit kulit yang dapat mudah menular.

Kudis dalam bahasa medis disebut juga dengan scabies.

Penularan kudis sangat mudah terjadi apabila berkontak langsung dengan penderita ataupun berbagai barang yang sama.

Sehingga penderita kudis perlu segera melakukan pengobatan agar tidak semakin menyebar.

Baca juga: 5 Cara dan Tips Mengatasi Kulit Kering Agar Kembali Lembap

Penyebab kudis (scabies)

Penyebab kudis yaitu adanya tungau bernama sarcoptes scabiei yang menggigit dan bersembunyi di balik kulit penderitanya.

Tungau ini memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Tungau ini awalnya akan menggigit dan bersembunyi di bawah lapisan kulit, kemudian berkembang biak dan menyebar sehingga dapat menularkan pada orang lain.

Penderita kudis akan merasakan gatal dan panas pada kulit yang terdapat scabies.

Selain itu, penyakit kudis juga disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

1.    Berkontak langsung terhadap penderita kudis

2.    Berbagi penggunaan barang yang sama seperti bantal, sprei,dan sisir dengan penderita kudis

3.    Memiliki daya tahan tubuh yang lemah

4.    Menderita penyakit tertentu yang menyerang daya tahan tubuh seperti HIV dan Aids

5.    Hidup berkelompok dengan orang lain seperti di pesantren, penjara, panti asuhan, da lainnya

 

Gejala kudis (scabies)

Jika kulit terpapar tungau dan menimbulkan penyakit kudis biasanya akan muncul gejala 2 hingga 4 minggu setelahnya.

Penderita kudis akan mengalami gejala seperti timbulnya ruam kemerahan dan berbentuk seperti jerawat pada kulit, terasa sangat gatal terlebih pada malam hari, kulit menjadi bersisik dan lecet, dan kulit menjadi luka akibat digaruk.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Stres Lewat Kulit

Cara pengobatan kudis (scabies)

Penyakit kudis dapat diobati dengan menggunakan krim tertentu dengan resep anjuran dari dokter. Biasanya dokter akan menganjurkan menggunakan krim seperti lotion benzyl benzoate, calamine, lindane, crotamiton, krim sulfur, dan permethrin.

Krim tersebut berguna sebagai pengobatan luar dengan mengoleskannya pada kulit yang terdapat kudis.

Selain itu, terdapat juga obat yang dikonsumsi untuk penderita kudis seperti antibiotik dan antihistamin.

Perawatan sederhana dapat dilakukan dirumah untuk mengurangi rasa gatal yaitu dengan cara:

1.    Berendam dengan air dingin dan menempelkan kain basah pada kulit yang terdapat kudis

2.    Mengoleskan lotion kalamin pada area yang terdapat kudis

 

Pencegahan penyakit kudis (scabies)

Kudis dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan diri agar tidak terpapar tungau sarcoptes scabiei.

Apabila terlanjur berkontak langsung dengan penderita kudis, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan untuk mendapat penanganan.

Berikut beberapa cara untuk mencegah terjangkiti tungau sarcoptes scabiei;

1.    Rajin membersihkan karpet dan alas kaki

2.    Membersihkan barang-barang yang terdapat di rumah seperti mainan, boneka, pakaian, dan lantai dengan cairan disinfektan

3.    Rajin mencuci baju, sprei, dan sarung bantal dengan air panas

4.    Membungkus barang-barang dengan plastik apabila tidak digunakan

5.    Merendam tungau yang masih hidup dalam wadah tertutup dan berisi alkohol

Itulah penjelasan singkat mengenai penyebab, gejala, cara pengobatan, dan cara pencegahan penyaikit kudis (sacbies). ( MG Ani Ulwiyati )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved