Berita Internasional

Gaza Hadapi Situasi Mematikan, Tanpa Listrik, Bahan Bakar, Makanan, dan Air

Israel memutus pasokan listrik, bahan bakar, gas, air, dan makanan yang dibutuhkan warga Palestina di Gaza.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
ist
Kondisi Kota Gaza setelah dibombardir Israel dalam operasi pengepungan yang dilakukan sejak hari Senin (09/10/2023) kemarin 

TRIBUNJOGJA.COM - Otoritas di Gaza menyebutkan bahwa mereka tengah berada dalam situasi mematikan setelah Israel melakukan pengepungan total. Bersamaan dengan itu, Israel memutus pasokan listrik, bahan bakar, gas, air, dan makanan yang dibutuhkan warga Palestina di Gaza.

Kepala Badan Otoritas Kelistrikan Palestina, Thafer Melhem saat berbicara kepada Radio Voice of Palestine pada Rabu kemarin mengatakan bahwa jaringan listrik akan mati total pada Rabu sore.

Hal itu terjadi setelah Israel mencegat pasokan bahan bakar di Rafah yang digunakan di pembangkit listrik.

Padahal jaringan listrik ini adalah satu-satunya kebutuhan mendasar yang masih tersedia, setelah Israel memutus pasokan makanan dan air ke wilayah yang dihuni sekitar 2,3 juta orang tersebut.

Menurut Thafer, matinya jaringan listrik akan membuat Jalur Gaza benar-benar menjadi gelap gulita.

Gumpalan asap membumbung di atas gedung-gedung di Kota Gaza pada 7 Oktober 2023 saat serangan udara Israel menghantam gedung Palestine Tower. Sedikitnya 70 orang dilaporkan tewas di Israel, sementara pihak berwenang Gaza merilis jumlah korban tewas sebanyak 198 orang dalam eskalasi paling berdarah dalam konflik yang lebih luas sejak Mei 2021, dengan ratusan orang lainnya terluka di kedua belah pihak.
Gumpalan asap membumbung di atas gedung-gedung di Kota Gaza pada 7 Oktober 2023 saat serangan udara Israel menghantam gedung Palestine Tower. Sedikitnya 70 orang dilaporkan tewas di Israel, sementara pihak berwenang Gaza merilis jumlah korban tewas sebanyak 198 orang dalam eskalasi paling berdarah dalam konflik yang lebih luas sejak Mei 2021, dengan ratusan orang lainnya terluka di kedua belah pihak. (AFP/Mahmud Hams via Kompas.com)

Pihaknya juga tak mungkin menyediakan berbagai kebutuhan mendasar yang bergantung pada listrik.

Secara langsung, kondisi ini akan menciptakan krisis kemanusiaan bagi seluruh penduduk Jalur Gaza.

Situasi buruk lainnya terjadi pula di rumah sakit di Jalur Gaza.

Menurut Menteri Kesehatan Mai al-Kaila, stok bahan bakar untuk mengoperasikan generator di rumah sakit di Jalur Gaza akan habis pada hari Kamis (12/10/2023) ini.

Maka dengan demikian, pelayanan di rumah sakit tersebut terancam lumpuh total.

Sementara di waktu bersamaan, mereka juga tidak bisa mengakses bahan bakar generator listrik lantaran seluruh pintu perbatasan ditutup oleh Israel.

Api dan asap mengepul setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Jumat (7/4/2023) dini hari. Militer Israel telah menyerang sasaran di Jalur Gaza
Api dan asap mengepul setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Jumat (7/4/2023) dini hari. Militer Israel telah menyerang sasaran di Jalur Gaza (AP PHOTO/FATIMA SHBAIR)

Sebagai informasi, Israel memutus pasokan listrik ke Gaza mulai hari Senin kemarin.

Langkah itu merupakan bagian dari operasi pengepungan total pascaserangan Hamas ke Israel pada tiga hari sebelumnya.

Blokade Israel terhadap Jalur Gaza sebenarnya sudah berlangsung sejak Juni 2007 silam.

Israel mengontrol wilayah udara dan perairan teritorial Gaza, serta dua dari tiga titik perlintasan perbatasan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved