Rangkuman Pengetahuan Umum

Apa Itu Sifat Koligatif Larutan? Inilah Pengertian dan Kategori Sifat Koligiatif Larutan

Pengertian sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi zat yang terlarut dan tidak dapat bergantung pada suatu

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja
Apa Itu Sifat Koligatif Larutan? Inilah Pengertian dan Kategori Sifat Koligiatif Larutan 

TRIBUNJOGJA.COM – Mempelajari ilmu kimia, kita akan menemukan tentang sifat koligatif larutan.

Sifat itu akan berkaitan dengan zat – zat larutan kimia yang sering kita jumpai di kehidupan sehari – hari.

Jadi apa yang dimaksud dengan sifat koligatif larutan?

Dikutip dari dari berbagai sumber, inilah pengertian, jenis dan juga contoh dari sifat koligatif larutan.

Pengertian Sifat Koligatif Larutan

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang hanya bergantung pada konsentrasi zat yang terlarut dan tidak dapat bergantung pada suatu jenis lainnya.

Apabila semakin banyak zat terlarut maka sifat koligatif akan semakin besar.

Dalam sifat koligatif, hanya memerlukan kuantitas bukan kualitas.

Dalam sebuah larutan yang terdapat sifat koligatif larutan, ia harus memenuhi dua asumsi.

Pertama, zat terlarut yang tidak mudah menguap, sehingga tidak dapat memberikan kontribusi apa pun pada uap.

Sedang yang kedua, zat yang terlarut tidak larut dalam sebuah pelarut padat.

 

4 Kategori Sifat Koligatif larutan

Pada sebuah sifat koligatif larutan, terdapat 4 jenis atau kategori yang wajib anda kletahui yaitu:

  1. Penurunan Tekanan Uap (∆P)

Peristiwa yang terjadinya partikel – partikel zat cair meninggalkan kelompok disebut dengan penguapan.

F.M. Raoutl yang merupakan seorang ahli kimia Prancis menyatakan bahwa, ada dampak yang terjadi ketika melarutkan sebuah zat terlarut yaitu turunnya tekanan uap dari pelarut tersebut.

Dasar hukum Raoult bisa dirumuskan dengan:

ΔP = Xt . Pᵒ

Apabila tekanan uap pelarut di atas laritan dilambangan dengan P maka ∆P =  Po – P.

Jika komponen sebuah larutan terdiri pelarut dan zat terlarut dengan tetapan rumus berikut:

Xp + Xt = 1 , maka Xt = 1 – Xp.

Persamaannya akan menjadi:

ΔP = Xt . Pᵒ

Pᵒ – P = (1 – Xp) Pᵒ

Pᵒ – P = Pᵒ – Xp . Pᵒ

Keterangan:

ΔP = penurunan tekanan uap (mmHg)

Xp = fraksi mol pelarut

Xt = fraksi mol terlarut

Pᵒ = tekanan uap jenus pelarut murni (mmHg)

P = Tekanan uap larutan (mmHg).

 

2. Kenaikan Titik Didih

Apabila suhu tetap ketika zat cair mendidih maka disebut dnegan titik didih zat cair.

Dalam suatu suhu, tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara di sekitarnya.

Hal itulah yang mengakibatkan munculnya penguapan di seulur bagian zat cair.

Terdapat rumus untuk kenaikan titik didih yaitu:

ΔTb = Tb larutan – Tb pelarut

ΔTb = Tb – Tb°

Dalam persamaan untuk dapat menentukan perubahan titik didih sebanding dengan hasil kali molaritas (m), dengan nilai Kb pelarut,:

ΔTb = m x Kb

Keterangan:

Tb larutan (Tb) = Titik didih larutan  (°C)

Tb pelarut (Tb°) = Titik didih pelarut (°C)

ΔTb = Kenaikan titik didih (°C)

m = Molalitas larutan (molal)

Kb = Tetapan kenaikan titik didih molal (°C/molal)

 

3. Penurunan Titik Beku

Suhu yang memiliki tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatannya atau titik yang mana air mulai membeku disebut dengan titik beku larutan.

Titiik beku pelarut yang murni akan menurun jika sautu zat terlarut menambahkan pada suatu pelarut murni.

Sedangkan, larutan akan membeku pada suhu yang rendah disbanding titik beku pelarut murni air.

ΔTf = Tf pelarut – Tf larutan

ΔTf = Tf° – Tf

Dalam hukum Backman dan Raoult menyatakan bahwa, penurunan titik beku dan kenaikan titik didih berbanding balik dengan molalitas yang terlarut didalamnya.

Adapun rumusnya yaitu:

ΔTf = m x Kf

Keterangan :

Tf larutan (Tb) = Titik beku larutan (°C)

Tf pelarut (Tb°) = Titik beku pelarut (°C)

ΔTf = Penurunan titik beku (°C)

m = Molalitas larutan (molal)

Kf = Tetapan penurunan titik beku molal (°C/molal ) 

 

4. Tekanan Osmotik

Proses perpindahan molekul pelarut dari satu larutan cair ke larutan yang lebih pekat dari satu pelarut murni ke suatu larutan melalui selapu semipermeable disebut dengan peristiwa osmosis.

Tekanan osmosis akan tersu terjadi pada suatu kesetimbangan atau hingga kedua larutan isotonic dapat tercapai.

Tekanan osmotik dapat diartikan juga sebagai tekanan yang diberikan untuk dapat mencegah terjadi peristiwa osmosis.

Adapun rumusnya:

PV = nRT atau П V = nRT

П = MRT

Keterangan :

П = Tekanan osmosis (atm)

M = Molaritas (mol/L)

R = Tetapan gas (0,082 atm L/mol K)

T = Suhu (K)

n= Mol terlarut (mol)

V = Volume larutan (L atau mL)

Itulah pengertian dari sifat koligatif larutan beserta empat kategorinya, semoga bermanfaat.

(MG NABILA SALSA)

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved