Prakiraan Cuaca
PREDIKSI Cuaca Panas di Jogja, Sleman, GK Hari Ini 5 Oktober 2023, Suhu Serasa 40 Derajat Celcius
Sepanjang hari, daerah di DI Yogyakarta berawan dengan panas mencapai 31 derajat Celcius di jam 13:00 WIB. Kondisi langit tertutup awan 34 persen
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Cuaca panas di Yogyakarta hari ini, Kamis (5/10/2023) diprediksi masih terjadi.
Dari prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan, hari ini, masih tidak ada hujan.
Sepanjang hari, daerah di DI Yogyakarta berawan dengan panas mencapai 31 derajat Celcius di jam 13:00 WIB.
Di aplikasi Weather, hari ini, pada pukul 12:00 WIB, suhu bisa mencapai 35 derajat Celcius dengan indeks ultraviolet (UV) ekstrem dan terasa seperti 40 derajat Celcius.
Kondisi langit tertutup awan 34 persen dengan kelembapan 44 persen.
Indeks UV ekstrem berangsur-angsur turun di pukul 14:00 WIB, meski masih kuat dengan skala 9-11.
Suhu udara di jam itu berada di angka 34 derajat Celcius, terasa seperti 39 derajat Celcius dengan kondisi langit tertutup awat 32 persen dan kelembapan 54 persen.
Mulai pukul 18:00 WIB, suhu mulai berada di angka 27 derajat Celcius, terasa seperti 31 derajat Celcius dan indeks UV 0 dari 11.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Kamis 5 Oktober 2023, Hujan Lebat Diprediksi Guyur 7 Provinsi
Anda bisa melihat data lebih lengkap di aplikasi Weather atau di link weather.com
Kota Yogyakarta
>>> Info Perkiraan Cuaca Yogyakarta <<<
Kabupaten Sleman
>>> Info Perkiraan Cuaca Sleman <<<
Kabupaten Bantul
>>> Info Perkiraan Cuaca Bantul <<<
Kabupaten Gunungkidul
>>> Info Perkiraan Cuaca Gunungkidul <<<
Kabupaten Kulon Progo
>>> Info Perkiraan Cuaca Kulon Progo <<<
Gunungkidul Darurat Kekeringan
Kurangnya curah hujan di DI Yogyakarta menyebabkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memperpanjang status siaga kekeringan selama dua bulan lamanya hingga 30 November 2023 mendatang.
Awalnya, wilayah ini menetapkan masa siaga darurat kekeringan berakhir pada 30 September 2023 lalu.
Akibat perpanjangan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mendata sebanyak 16 Kapanewon terdampak krisis air bersih. Hanya menyisakan dua Kapanewon yang belum melaporkan kekurangan air bersih, yakni Wonosari dan Playen.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, pertimbangan perpanjangan status siaga kekeringan karena musim kemarau dinyatakan belum berakhir oleh BMKG.
Ditambah, wilayah yang mengalami kekeringan terus meluas.
"Total hingga sekarang sudah ada sektiar 118.000 jiwa yang berasal dari 16 kapanewon berpotensi mengalami krisis air bersih. Untuk surat perpanjangan status siaga kekeringan sudah diproses di bagian hukum, setda Gunungkidul," paparnya saat dikonfirmasi pada Selasa (3/10/2023).
Meski ada perpanjangan masa darurat kekeringan, namun Sumadi memastikan tidak ada peningkatan menjadi awas maupun tanggap darurat kekeringan.
Status siaga dirasa masih mencukupi untuk penanganan masalah krisis air bersih di Gunungkidul.
“Dalam pembahasan APBD Perubahan 2023 tidak mengajukan penambahan anggaran. Tapi, kalau dana droping habis, maka bisa meminta tambahan lewat pagu Belanja Tak Terduga,” katanya.
Sumadi mengatakan, pelaksanaan droping air tahun ini mengalokasikan sebanyak 1.060 tangki sudah tersalurkan sebanyak 450 tangki. Penyaluran air bersih juga dilakukan oleh kapanewon dan bantuan pihak ketiga.
“Kalau ditotal sudah hampir 2.700an tangki yang disalurkan ke masyarakat. Permintaan daerah selatan itu merata melihat dari dropingnya di Grisubo, Panggang, dan Purwosari,” katanya.
Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Tepus, Joko Santoso mengatakan, kapanewon mengalokasikan dana droping untuk 450 tangki.
Adapun penyaluran sudah dimulai sejak Juni dan ditargetkan selesai akhir Oktober ini.
Menurut dia, total sudah ada 400 tangki yang disalurkan ke masyarakat di Kalurahan Purwodadi, Tepus dan Sidoharjo.
Bantuan air yang tersisa tinggal 50 tangki dan akan disalurkan di bulan ini.
“Ya kalau habis. Nanti, kami akan minta bantuan ke BPBD. Terlebih lagi anggaran droping tidak bisa mencakup ke seluruh kalurahan karena untuk Sumberwungu dan Giripanggung kami mintakan ke BPBD,” tutupnya.
( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suhu-panas-cuaca-panas-matahari_20180221_144025.jpg)