Begini Cara Mengatasi Kaki Kesemutan
Saat kaki kesemutan, kita akan merasakan beberapa keluhan, seperti mati rasa, nyeri seperti terbakar, atau nyeri seperti tertusuk jarum.
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Hampir dipastikan semua orang pernah mengalami kesemutan.
Kesemutan disebabkan karena tekanan pada saraf atau terhambatnya sirkulasi darah, misalnya ketika kita bersila, menekuk kaki terlalu lama.
Saat kaki kesemutan, kita akan merasakan beberapa keluhan, seperti mati rasa, nyeri seperti terbakar, atau nyeri seperti tertusuk jarum.
Untuk mengatasinya, terdapat beragam cara mengatasi kaki kesemutan. di antaranya :
1. Ubah posisi
Salah satu penyebab kesemutan pada kaki yang umum terjadi adalah karena kita terlalu lama berada di satu posisi tertentu.
Cobalah ubah posisi agar sirkulasi darah menjadi lancar dan kesemutan menghilang dengan sendirinya.
2. Goyangkan telapak kaki
Ggoyangkan telapak kaki Anda untuk membuat aliran darah kembali lancar, sehingga kaki kesemutan teratasi.
3. Pijat kaki
Cara mengatasi kaki kesemutan berikutnya adalah dengan memijat kaki pelan-pelan selama beberapa saat.
Cara ini dipercaya efektif dalam meredakan rasa kesemutan karena dapat mengurangi ketegangan otot dan melancarkan aliran darah.
4. Gunakan sepatu berukuran pas
Menggunakan sepatu yang terlalu sempit bisa mengganggu aliran darah di kaki dan menyebabkan kesemutan.
Jika kesemutan terjadi karena hal ini, maka lepaslah sepatu anda dan gunakan sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki.
Pastikan juga tidak mengikat tali sepatu terlalu kencang agar tidak memberikan tekanan berlebih pada kaki.
5. Gunakan kaos kaki khusus
Kesemutan di kaki merupakan salah satu gejala neuropati diabetik yang paling sering muncul. Neuropati diabetik sendiri adalah kerusakan saraf akibat penyakit diabetes.
Salah satu cara mengatasi kaki kesemutan yang disebabkan oleh kondisi ini adalah dengan menggunakan kaos kaki yang dirancang khusus untuk meningkatkan sirkulasi darah di bagian kaki.
Kaos kaki yang biasanya digunakan oleh penderita diabetes ini terbuat dari bahan yang halus, elastis, dan anti-lembab. Dengan begitu, rasa sakit maupun kesemutan yang terkait dengan neuropati diabetik dapat diatasi.
6. Rendam kaki
Merendam kaki juga bisa dilakukan sebagai cara mengatasi kaki kesemutan karena neuropati diabetik.
Kita bisa merendam kaki yang kesemutan menggunakan air hangat yang dicampur garam maupun minyak esensial, seperti peppermint atau chamomile.
Sebelum merendam kaki, pastikan suhu air tidak terlalu panas agar kaki tidak terluka.
7. Konsumsi suplemen vitamin B12
Untuk menjaga fungsi dan kesehatan saraf, tubuh membutuhkan sejumlah vitamin, termasuk vitamin B12.
Jika tubuh kekurangan vitamin tersebut, Anda pun lebih rentan mengalami neuropati perifer atau gangguan saraf tepi.
Salah satu gejala penyakit ini adalah kaki kesemutan.
Oleh karena itu, kita dapat mengonsumsi suplemen vitamin B12 sebagai obat kesemutan dan pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk dosis vitamin yang sesuai dengan kondisi.
8. Konsumsi obat antinyeri
Obat anti-nyeri yang dijual bebas, seperti obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS), bisa digunakan untuk mengatasi nyeri kesemutan karena peradangan.
Ibuprofen dan asam mefenamat adalah contoh obat golongan OAINS yang biasanya digunakan. Namun perlu diingat untuk selalu mengonsumsi obat ini sesuai dosis yang dianjurkan.
9. Terapi fisik
Apabila kesemutan di kaki terjadi secara berulang dan berkepanjangan, kita perlu memeriksakan diri ke dokter saraf.
Dengan begitu, dokter dapat menemukan penyebab kesemutan yang kita alami dan memberikan penanganan yang sesuai, termasuk peresepan obat maupun terapi fisik.
Terapi dilakukan untuk membantu menambah kekuatan otot di sekitar saraf yang mengalami gangguan.
Pada kondisi tertentu, seperti kesemutan yang disebabkan oleh saraf kejepit atau tumor, dokter juga bisa melakukan operasi sebagai cara mengatasi kaki kesemutan.
Kesemutan kaki yang muncul sesekali umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya.
Namun, jika keluhan tersebut tidak kunjung hilang atau muncul disertai dengan gejala lain, bahkan timbul saat tidak ada pemicunya, maka ini bisa saja menandakan adanya penyakit yang memerlukan penanganan lebih lanjut dari dokter.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/keram.jpg)