HOAX! Beredar Video Parasit dari Cairan Obat Covid-19 yang Menyerang Sistem Saraf Otak

Faktanya, video yang diklaim menampilkan penampakan parasit dari cairan obat Covid-19 yang menyerang sistem saraf adalah tidak benar.

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
kominfo RI
HOAX! Tangkapan informasi terkait obat vaksin Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM - Media sosial Facebook beredar sebuah unggahan video yang diklaim memperlihatkan penampakan parasit yang berasal dari cairan obat Covid-19 yang menyerang sistem saraf.

Dalam unggahan tersebut disertakan narasi "penampakan p4rasit GO dari c4iran jasjus dan 0b4t c0v1d yang mengontrol tubuh dan dapat menyerang sistem saraf otak dan 0rg4n lainya".

Kementerian Kominfo RI melakukan telah melakukan penelusuran dan menyatakan bahwa unggahan tersebut disinformasi.

Faktanya, video yang diklaim menampilkan penampakan parasit dari cairan obat Covid-19 yang menyerang sistem saraf adalah tidak benar.

Video tersebut merupakan cacing nemertean, cacing pita dari keluarga Nemertea, jaring lengket yang mereka keluarkan disebut belalai.

Mereka menggunakan belalai ini untuk berburu moluska dan siput, serta untuk pertahanan diri dan tidak ada kaitannya dengan vaksin maupun obat Covid-19.

Baca juga: HOAX! Beredar Video dengan Thumbnail Prabowo Subianto Diusir dari Istana

hoax vaksin covid-19
Tangkapan layar informasi hoax soal vaksin Covid-19

HOAX! Bahaya Vaksin Covid-19 pada Organ Jantung Manusia

Informasi yang menyesatkan terkait vaksin Covid-19 juga beredar di media sosial X (Twitter).

Beredar sebuah tangkapan layar pada media sosial “X” yang menyebutkan bahaya vaksin Covid-19 pada organ jantung manusia disertai tautan jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Universitas Harvard.

Kementerian Kominfo RI menyatakan klaim yang menyebutkan bahaya vaksin Covid-19 pada organ jantung manusia adalah tidak benar.

Berdasarkan telaah jurnal pendukung yang dilampirkan, disampaikan bahwa penelitian tersebut tidak menyatakan bahwa vaksinasi sebagai penyebab penyakit jantung.

Selain itu, menurut dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, hubungan vaksinasi Covid-19 dan infark miokard atau kerusakan otot jantung dan serangan jantung saat ini belum terbukti secara kuat berhubungan dengan vaksin Covid-19.

Vaksin tetap diperlukan sebagai upaya perlindungan dari berbagai penyakit yang berbahaya, dengan kewaspadaan dan penelitian yang terus berlanjut bersamaan dengan pengendalian faktor risiko penyakit jantung lainnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved