KKB Papua
Detik-detik Senjata Api Milik KKB Macet Saat Hendak Tembak Anggota Satpol PP, Begini Endingnya
Anggota Satpol PP itu dengan cepat menyerang anggota KKB Papua setelah mengetahui senjata api yang digunakan untuk menyerangnya macet.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
“Saya berpikir senjata mereka mengalami macet, sehingga tidak mengeluarkan amunisi dan saya bisa selamat sampai sekarang,” ujarnya.
Dirinya kemudian mengambil keputusan untuk melakukan perlawanan, sehingga 3 orang yang diduga anggota KKB Papua tersebut langsung melarikan diri.
Pada saat dirinya hendak menaiki motor untuk melanjutkan perjalanan, muncul lagi 3 orang KKB berbeda dari 3 orang sebelumnya dengan senjata lengkap hendak menyerang.
Saat itu dirinya kembali melakukan perlawanan lagi sehingga mereka langsung melarikan diri.
Dalam situasi genting dirinya melarikan diri dan melapor ke pos penjagaan Polri dan TNI di area Gereja GBI. Dari sana Simon diantar ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari kejadian ini, Simon ingin menyampaikan bahwa, KKB Papua yang memegang senjata api telah melanggar hukum nasional dan internasional sehingga tidak ada kompromi.
KKB Papua harus diberikan sanksi hukum yang tegas dan terukur hingga tuntas. Simon mengaku merasa tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh KKB Papua ini.
"Saya berharap apa yang dilakukan oleh KKB ini tidak boleh diulangi lagi sehingga aktivas masyarakat bisa berjalan dengan aman dan damai," katanya.
5 Anggota KKB Papua Dirontokkan Satgas Damai Cartenz
Sementara itu, lima anggota KKB Papua berhaisl dirontokkan Satgas Damai Cartenz.
Mereka diduga sering melakukan kerusuhan di wilayah distrik Oksibil, Pegunungan Bintang.
Selain menembak lima anggota KKB, Satgas Damai Cartenz juga menyita sebanyak tiga senjata api (senpi).
"Jadi Total 5 orang KKB berhasil dilumpuhkan dan 3 Senpi berhasil diamankan," kata Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Sabtu (30/9/2023), melansir dari Kompas.com.
Kelima anggota KKB itu kini telah tewas usai dilumpuhkan oleh gabungan TNI Polri pada Sabtu (30/9/2023) dini hari.
Lokasi penegakan hukum tersebut terjadi di Kampung Mondusit, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Detik-detik-Senjata-Api-Milik-KKB-Macet-Saat-Hendak-Tembak-Anggota-Satpol-PP-Begini-Endingnya.jpg)