Mengapa Suhu di Yogya Sangat Panas pada Siang Hari, Ini Penjelasan BMKG

Apa yang menyebabkan suhu udara saat siang hari begitu menyengat dalam beberapa hari terakhir?

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
suhu panas cuaca panas matahari 

TRIBUNJOGJA.COM - Apa yang menyebabkan suhu udara saat siang hari begitu menyengat dalam beberapa hari terakhir?

Suhu udara yang begitu panas memang dirasakan oleh warga di sejumlah daerah.

Bahkan berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) suhu udara di wilayah Jawa Tengah sempat menyentuh 38 derjat celcius.

Sementara di wilayah Jabodetabek, suhu udara berkisar 35-38 derajat celcius.

Pengamatan itu dilakukan oleh BMKG selama periode 22-28 September 2023.

Terus apa yang menyebabkan suhu udara begitu panas?

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, setidaknya ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab suhu panas di sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Di antaranya yakni pertumbuhan awan, peralihan musim hingga posisi Matahari.

Andri membeberkan, saat ini kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia terutama di Jawa hingga Nusa Tenggara (termasuk Jabodetabek) didominasi oleh kondisi cuaca yang cerah dan sangat minimnya tingkat pertumbuhan awan terutama pada siang hari.

Baca juga: Fenomena Gumpalan Asap Disertai Kilatan Berwarna Biru Kemerahan Muncul di Puncak Lawu

"Kondisi ini tentunya menyebabkan penyinaran Matahari pada siang hari ke permukaan Bumi tidak mengalami hambatan signifikan, sehingga suhu pada siang hari di luar ruangan terasa sangat terik," ujarnya, seperti dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (29/9/2023).

Selain hal di atas, posisi semu Matahari yang sedang berada di selatan ekuator juga mempunyai dampak. Di mana wilayah Indonesia yang berada di daerah tersebut, termasuk Jawa hingga Nusa Tenggara mendapatkan pengaruh penyinaran Matahari yang relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah Indonesia lainnya.

Kendati demikian, fenomena astronomis tersebut tidak berdiri sendiri dalam mengakibatkan peningkatan suhu udara secara ekstrem di permukaan Bumi.

"Faktor-faktor lain seperti kecepatan angin, tutupan awan, dan tingkat kelembapan udara memiliki dampak yang lebih besar juga terhadap kondisi suhu terik di suatu wilayah seperti yang terjadi saat ini di beberapa wilayah Indonesia," paparnya.

Sampai kapan suhu panas terjadi?

Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah Iis Widya Harmoko menyampaikan bahwa kondisi suhu panas ini masih akan berlangsung hingga akhir Oktober 2023.

"Puncaknya sekitar bulan Oktober dan (suhu) akan turun lagi mulai November dan turun lagi Desember," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (28/9/2023).

Lebih lanjut, informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG dapat disimak melalui:

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved