Berita Pendidikan Hari Ini

Mahasiswa UNY Manfaatkan Limbah Kulit Buah Jadi Eco Enzyme

Limbah kulit buah yang dimanfaatkan utamanya ialah kulit jeruk karena memiliki banyak kandungan senyawa yang sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. 

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Produk eco enzyme Peelack.Id karya mahasiswa UNY, memanfaatkan limbah kulit buah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bermula banyaknya rumah makan dan penjual jus buah di lingkungan UNY yang menghasilkan limbah organik sisa penjualan serta dapat membahayakan lingkungan, sekelompok mahasiswa UNY memanfaatkannya menjadi bahan utama pembuatan eco enzyme.

Hal tersebut merupakan inovasi dari  tim P2MW yang beranggotakan Ayu Larasati (Pendidikan Matematika), Aqillah Azahra Al Amini (Administrasi dan Keuangan/Pendidikan Ekonomi), Fitria Nurul Agisna (Pendidikan Sejarah), Endah Rianingsih (Kimia), dan Yusron Ahmad Nur Rifai (S-1 Teknik Sipil) di bawah bimbingan Dr. Yudan Hermawan, MPd (Dosen PLS FIPP).

Limbah kulit buah yang dimanfaatkan utamanya ialah kulit jeruk karena memiliki banyak kandungan senyawa yang sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. 

"Kami memanfatkan limbah kulit jeruk dengan cara menjadikannya bahan utama pembuatan eco-enzyme. Eco-enzim merupakan hasil fermentasi limbah dapur yang bermanfaat bagi manusia dan alam," kata Ayu Larasati.

Baca juga: Bantu Petani di Gunungkidul Atasi Hama Lalat Buah, Ini Inovasi yang Diciptakan Mahasiswa UNY

Eco enzyme dapat digunakan sebagai alternatif inovasi ramah lingkungan dan dapat menjadi peluang usaha karena mampu diolah menjadi limbah organik yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan efisiensi. 

Eco enzyme dibuat dari campuran enzim mikroba hasil dari fermentasi gula dan ampas sayuran yang ramah lingkungan. 

Namun jika hanya eco enzyme saja tentunya memiliki kekurangan diantaranya memiliki bau yang kurang sedap dan menjadikannya kurang dilirik oleh masyarakat. 

Ayu bersama tim memodifikasi eco-enzim dengan kulit buah jeruk yang dapat digunakan untuk bahan antiseptik dan memiliki aroma segar. 

Kandungan senyawa kimia yang ada pada kulit jeruk berupa minyak atsiri dan dipercaya memiliki khasiat antiseptik, antivirus, astringen, haemostatik, restoratif dan tonikum. 

Selain itu, mempunyai fungsi sebagai antibakteri yaitu flavanoid yang dapat menghambat pertumbuhan kuman pada kulit (Staphylococcus Aereus). 

Setelah mencoba bereksperimen akhirnya terciptalah produk bernama Peelack.id, Peel itu berasal dari Bahasa Inggris yang artinya kulit, karena salah satu bahan utama dari Peelack.id adalah kulit buah (jeruk). 

Baca juga: UNY Berdayakan UMKM Jam Tangan Kayu di Kulon Progo, Tingkatkan Kapasitas Produksi Perajin

Lack dari bahasa inggris luck yang artinya keberuntungan, diharapkan nantinya bisnis selalu mendapatkan keberuntungan dalam perkembangannya. 

Sementara id adalah kode internet yang berasal dari negara Indonesia, kata tersebut menjadi pelengkap dalam bisnis karena menjadi sebuah identitas negara Indonesia. 

"Peelack.id hadir dengan tujuan untuk mengurangi limbah sampah organik khususnya kulit jeruk, mengurangi penggunaan bahan kimia dalam kebutuhan sehari-hari dan sarana kampanye budaya untuk mengajak masyarakat melestarikan lingkungan dalam menyelamatkan bumi dari pencemaran lingkungan," kata Ayu.

Produk ini dipasarkan melalui berbagai platform media sosial di antaranya TikTok @peelack.id dan Instagram @peelack_id, serta sudah mulai memasarkannya melalui marketplace Shopee dengan nama akun @peelack.id. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved