Berita Sleman Hari Ini
Air Selokan Mataram Dimatikan Total Selama Sebulan per 1 Oktober 2023
Aliran air di Selokan Mataram bakal ditutup total tanggal 1 hingga 31 Oktober 2023. Pematian air selama satu bulan ini dilakukan untuk membuat banguna
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aliran air di Selokan Mataram bakal ditutup total tanggal 1 hingga 31 Oktober 2023.
Pematian air selama satu bulan ini dilakukan untuk membuat bangunan ukur di depan saluran induk pintu air yang baru dibangun di wilayah Bligo, Magelang.
Di samping itu juga untuk pemeliharaan, termasuk pengerukan sedimentasi atau pengendapan.
Masyarakat diminta untuk bersiap dan mengantisipasi dampak yang bisa ditimbulkan akibat pengeringan tersebut.
Baca juga: Pj Gubernur Jateng Beberkan Beberapa Program Prioritas, Mulai dari Inflasi Hingga Pertanian
Ahli Madya Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu -Opak (BBWSSO), Rr. Vicky Ariyanti mengungkapkan, pematian air Selokan Mataram tahun 2023 ini semula direncanakan dua bulan. Yaitu bulan September - Oktober.
Namun terjadi penawaran di masyarakat dan sekarang telah disepakati Selokan Mataram dikeringkan tanggal 1 hingga 31 Oktober.
"Tujuannya untuk pengerjaan bangunan ukur di saluran induk. Itu memang bangunan baru, sebelumnya belum pernah ada, dan kami memasang pintu baru untuk adaptasi cagar budaya," kata Vicky, di sela rapat koordinasi penutupan Selokan Mataram di Pemkab Sleman, Senin (25/9/2023).
Bangunan ukur ini akan dibangun 25 meter di depan pintu air selokan Mataram, yang baru dibangun di Desa Bligo, Kabupaten Magelang.
Tepatnya di intake Selokan Van Der Wicjk. Pembangunannya memakai beton yang minimal membutuhkan waktu 28 hari.
Pihaknya mengaku akan berusaha mempercepat proses pembangunan itu dengan cara penggunaan zat adiktif yang diestimasikan paling cepat 3 pekan.
Namun untuk saat ini penutupan ditetapkan selama sebulan. Waktu tersebut mulai dari persiapan, pengerukan dan pembangunan tanggul bagian kanan dan kini untuk proses pengerjaan bangunan ukur.
Menurut Vicky, keberadaan pintu air dan bangunan ukur di Selokan induk Mataram ini sangat penting. Sebab, fungsi alokasi air di saluran sepanjang 30,8 kilometer ini akan menjadi lebih efektif.
Selama ini apabila ingin mematikan air Selokan Mataram harus dilakukan dari intake atau struktur hulu di Bendung Karangtalun.
Hal tersebut dirasa terlalu jauh. Selain juga kurang efektif karena ketika Selokan Mataram dimatikan maka aliran air yang mengalir ke Selokan Van Der Wicjk juga akan terdampak mati.
Kini dengan dibangun pintu air maka alokasinya dinilai lebih efektif. Kontrol terhadap Selokan Mataram dan Selokan Van Der Wicjk bisa diatur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rapat-koordinasi-penutupan-Selokan-Mataram-di-ruang.jpg)