PSS Sleman

Marian Mihail Soroti Faktor Mentalitas Skuat PSS Sleman

Satu hal yang paling disoroti Marian Mihail adalah faktor mentalitas dari penggawa PSS Sleman.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Dok PSS Sleman
Pelatih PSS Sleman, Marian Mihail. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman, Marian Mihail, menyoroti sejumlah hal terkait performa Skuat Super Elja dalam persaingannya di Liga 1 2023/2024 musim ini.

Satu hal yang paling disoroti Marian Mihail adalah faktor mentalitas dari penggawa PSS Sleman.

Menurut pengamatan Mihail, tim berjuluk Super Elja sejauh ini hanya berpikir untuk cukup menang satu atau dua kali dalam pertandingan, tapi tidak pernah berpikir untuk menjadi tim yang besar ke depannya.

Sejak promosi ke Liga 1 tahun 2018 lalu, prestasi PSS Sleman paling baik sejauh ini ketika bertanding pada musim 2019/2020.

Ketika itu Tim Super Elja berhasil finis di peringkat 8 klasemen akhir Liga 1.

Setelah itu, prestasi PSS Sleman terbilang jeblok.

Musim lalu, PSS Sleman mengakhiri kompetisi di peringkat 16, beruntung tidak ada degradasi pada musim tersebut.

Kemudian pada musim sebelumnya, Super Elja juga terseok-seok hingga harus menentukan nasib bertahan di Liga 1 pada pekan ke-34.

"Saya sudah mengalami naik turun di sini (PSS Sleman). Saya tidak punya banyak keyakinan bersama tim ini di masa depan. Karena saya pikir tim ini tidak menginginkan pencapaian yang lebih pada tahun berikutnya, ini merupakan pemikiran tim yang kecil. Dalam mentalitas mereka, mungkin menang satu atau dua gim sudah sangat cukup untuk mendapat bonus," kata Marian Mihail saat berbincang dengan Tribun Jogja tempo hari.

Marian Mihal membeberkan, perjalanan untuk menjadi tim yang besar memang harus menempuh perjalanan yang tidak sebentar.

Dukungan banyak pihak, kemudian mindset seluruh pemain, pelatih, hingga manajemen harus seiring.

Ia melihat sejumlah tim besar di Indonesia juga dibangun dengan adanya dukungan yang sehat.

"Ya tentu saja perjalanan untuk menjadi tim besar sangat panjang, kamu bisa lihat tim besar seperti Persebaya, Persija, Persib Bandung, Makassar, Bali, mereka punya tradisi kuat di antara fans, keluarga, anak-anak, mereka datang untuk mendukung tim dengan sangat baik," ungkapnya.

Melihat situasi tersebut, Marian Mihail memberikan sinyal untuk hengkang dari PSS Sleman.

Namun ia mengaku senang dengan apa yang telah dilakukannya bersama Super Elja.

Pelatih asal Rumania ini berharap, pondasi tim yang telah dibangunnya sejak Juli 2023 lalu dapat membawa PSS Sleman memiliki hasrat yang lebih besar di masa depan.

"Saya ingin melihat, apakah saya benar apa saya kedepannya. Tapi saya akan sangat senang bisa meninggalkan pondasi yang bagus untuk tim ini, hingga membuat mereka bermimpi lebih besar lagi," tandas dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved