Wisata Jogja
Gumuk Pasir Parangtritis, Destinasi Wisata Eksotis di Bantul
Gumuk Pasir Parangtritis bertipa barchan, memiliki bentuk menyerupai bulan sabit yang kedua tanduknya mengarah searah dengan arah aliran angin.
Penulis: Santo Ari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar pertunjukkan Symphony Gumuk Pasir tepat di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis pada Minggu (24/9/2023).
Dipilihnya Gumuk Pasir Parangtritis karena lokasi ini menjadi salah satu destinasi favorit di DIY, bahkan satu-satunya yang ada di Indonesia.
Gumuk pasir lain ada di negara Meksiko.
Tak hanya menikmati keindahan alam, banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sana, mulai dari foto-foto untuk kebutuhan media sosial, prewedding, bahkan ada wisata minat khusus seperti sandboarding dan jip.
Terbentuk Alami
Cara terbentuk gumuk ini cukup unik, yakni terbentuk dari siklus alami yang terus berulang.
Sebelum menjadi gumuk, material pasir lembut dari Gunung Merapi turun karena terbawa arus lewat beberapai sungai.
Selain ke sungai, kebanyakan pasir ini juga bermuara menuju laut, yang kemudian bertumpuk di sekitar pantai.
Meski jumlanya banyak, namun pasir ini tak bisa masuk ke laut karena ombak yang terus menerus datang.
Akhirnya pasir akan terbentuk menjadi gumuk seperti sekarang ini.
Tipe Barchan
Gumuk Pasir Parangtritis bertipe barchan, tetapi iklimnya tropika basah. Hal inilah yang menjadikan Gumuk Pasir Parangtritis langka.
Gumuk pasir ini bahkan seharusnya tidak terbentuk karena iklimnya yang tidak sesuai. Inilah yang membuat Gumuk Pasir Parangtritis istimewa dan langka.
Gumuk Barchan memiliki bentuk menyerupai bulan sabit yang kedua tanduknya mengarah searah dengan arah aliran angin.
Ukurannya dapat mencapai ketinggian hingga 30 meter dan panjang tanduknya bisa mencapai 300 meter.
Baca juga: Perkuat Branding Kawasan Gumuk Pasir, Pemkab Bantul Akan Gelar Pertunjukkan Symphony Gumuk Pasir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gumuk-pasir.jpg)