Cerita Makam-makam Kuno Bermunculan dari Waduk Gajah Mungkur
Salah satu cerita dari Waduk Gajah Mungkur adalah keberadaan makam-makam kuno yang sering muncul dari dasar danau.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Wonogiri - Salah satu cerita dari Waduk Gajah Mungkur adalah keberadaan makam-makam kuno yang sering muncul dari dasar danau.
Makam-makam kuno kuno itu muncul di tepi genangan air Waduk Gajah Mungkur yang sedang surut.
Disana terdapat puluhan puing-puing makam terlihat bermunculan.
Kondisi kijing-kijing yang muncul juga bermacam-macam.
Ada kijing yang masih utuh, terlihat berserakan, dan ada pula yang hanya tersisa puing-puingnya.
Pada beberapa kijing, masih dapat terlihat nama pemilik makam yang tertulis di batu nisannya menggunakan tulisan aksara Jawa.
Namun, ada pula nama yang sudah tampak samar-samar.
Menurut kisah yang beredar, makam-makam kuno itu ikut terkena genangan saat proyek pembangunan Waduk Gajah Mungkur dilakukan.
Oleh sebab itu, setiap kali air waduk sedang surut, makam-makam kuno tersebut akan terlihat kembali.
Pembangunan Waduk Gajah Mungkur
Waduk Gajah Mungkur adalah sebuah danau buatan yang berada sekitar 6 kilometer di selatan pusat perkotaan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Waduk ini dibuat dengan cara membendung sungai terpanjang di Pulau Jawa, yaitu Sungai Bengawan Solo.
Selain itu, Waduk Gajah Mungkur juga merupakan waduk terakhir yang dibangun sendiri oleh Kementerian Pekerjaan Umum tanpa melibatkan kontraktor.
Waduk ini diberi nama Gajah Mungkur karena lokasinya yang tidak jauh dari Pegunungan Gajah Mungkur di bagian sisi barat waduk.
Tidak hanya memiliki cerita sejarah menarik, di Waduk Gajah Mungkur ini juga terdapat sebuah makam kuno yang cukup kontroversial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Makam-makam-Kuno-Bermunculan-dari-Waduk-Gajah-Mungkur.jpg)